Karhutla Melanda Desa Karya Bhakti

Arham Said • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:49 WIB
 Tim gabungan berupaya padamkan api yang menghanguskan lahan semak belukar, di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, Jumat (17/7) malam. (POLSEK RUNGAN FOR RADAR SAMPIT) 
 Tim gabungan berupaya padamkan api yang menghanguskan lahan semak belukar, di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, Jumat (17/7) malam. (POLSEK RUNGAN FOR RADAR SAMPIT) 

 

KUALA KURUN – Tim gabungan dari Polsek Rungan, Koramil 1018-05/Tumbang Jutuh, dan Dinas Pemadam Kebakaran memadamkan kebakaran lahan seluas satu hektare di Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (17/7) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolsek Rungan Ipda Muhammad Helmi Hakim mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan setelah terdeteksi hotspot (titik panas) berdasarkan data satelit NASA-SNPP pada koordinat Latitude 115114 dan Longitude 113.882877. Lokasi titik api berada sekitar 10 kilometer dari Mapolsek Rungan dengan waktu tempuh sekitar 20 menit melalui jalur darat.

"Setelah melakukan berbagai upaya, kami berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas satu hektare," ujar Helmi, Minggu (19/7).

Sebelum menuju lokasi, personel gabungan melaksanakan briefing untuk menyamakan persepsi dan membagi tugas. Tim juga menyiapkan sarana dan prasarana berupa tiga unit sepeda motor, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta perangkat komunikasi guna mendukung mobilisasi personel dan mempercepat proses identifikasi serta pemadaman.

Setibanya di lokasi, tim melakukan pengecekan terhadap titik koordinat hotspot. Hasilnya, sinyal hotspot yang terdeteksi satelit berasal dari titik api di kawasan semak belukar. Tim kemudian segera memadamkan api guna mencegah kebakaran meluas.

Selain pemadaman, tim gabungan melakukan koordinasi sebagai bahan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut Helmi, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif agar setiap informasi hotspot dapat segera diverifikasi dan ditangani.

Ia menambahkan, sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan kebakaran sekaligus menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla.

"Setiap informasi hotspot akan kami tindak lanjuti bersama instansi terkait agar karhutla tidak meluas, sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan," tegasnya.

Helmi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla melalui layanan Call Center 110.

"Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla sehingga situasi keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga," pungkasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas karhutla