Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Indeks Literasi Gunung Mas Masih Kategori Sedang

Arham Said • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:59 WIB
Sejumlah peserta didik mengunjungi perpustakaan umum daerah, belum lama ini. (DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN GUNUNG MAS) 
Sejumlah peserta didik mengunjungi perpustakaan umum daerah, belum lama ini. (DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN GUNUNG MAS) 

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menargetkan Indeks Literasi Kabupaten Gumas meningkat menjadi 6,5 pada 2026 melalui berbagai inovasi pengembangan perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gumas Maria Efianti melalui Kepala Bidang Perpustakaan Yunike mengatakan, indeks literasi Kabupaten Gumas saat ini berada pada angka 4,33 atau masuk kategori sedang.

"Saat ini Indeks Literasi Kabupaten Gumas berada di angka 4,33 atau masuk kategori sedang. Dengan berbagai inovasi, kami optimistis indeks literasi dapat mencapai 6,5," ujar Yunike, Kamis (9/7).

Menurut dia, meski indeks literasi masih berada pada kategori sedang, perpustakaan di Kabupaten Gumas telah menunjukkan sejumlah keunggulan, terutama pada aspek pengembangan dan pelayanan.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan meningkatkan pengembangan perpustakaan melalui penambahan koleksi buku, memperluas akses terhadap koleksi, serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Yunike menegaskan, peningkatan indeks literasi tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan komitmen yang kuat, dukungan anggaran, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan agar budaya membaca dan kualitas layanan perpustakaan terus meningkat.

Selain itu, pihaknya akan mendorong perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa untuk terus berbenah agar mampu menjadi pusat pembelajaran dan literasi masyarakat.

"Kami berharap seluruh perpustakaan sekolah dan desa terus belajar dan berinovasi untuk memajukan perpustakaan sehingga minat baca masyarakat semakin meningkat," katanya.

Ia menambahkan, pengembangan perpustakaan tidak hanya berfokus pada penambahan koleksi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola perpustakaan.

"SDM yang kompeten menjadi faktor penting dalam mewujudkan layanan yang profesional, inovatif, dan mampu memenuhi kebutuhan para pemustaka," ujarnya.

Yunike optimistis, koleksi yang terus bertambah, pengelola yang aktif dan kompeten, serta pelayanan yang semakin baik akan menjadikan perpustakaan di Kabupaten Gunung Mas sebagai pusat literasi yang mampu mencetak masyarakat cerdas, gemar membaca, dan berdaya saing.

"Dengan peningkatan indeks literasi, saya yakin keberadaan perpustakaan akan semakin dirasakan masyarakat hingga ke seluruh pelosok," pungkasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Gunung Mas #literasi #perpustakaan