KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Ribuan warga Kuala Kurun dan sekitarnya memadati kawasan Stadion Mini Kuala Kurun, Senin (22/6) malam, untuk menyaksikan penutupan pesta pasar rakyat, Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM), peluncuran Festival Budaya Tambun Bungai, serta malam hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh Band Hijau Daun, penyanyi Ulat Bulu, dan DJ Guwing Alboy.
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong mengatakan, penutupan dan malam hiburan rakyat merupakan puncak seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas.
“Penutupan dan malam hiburan rakyat merupakan puncak dari seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gumas,” ujarnya.
Menurut dia, peringatan hari jadi tahun ini semakin bermakna karena diselaraskan dengan visi pembangunan daerah yang mengusung tema Ekonomi Tumbuh, Gunung Mas Mandiri.
Ia menjelaskan, tema tersebut menjadi arah pembangunan daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Fokus pembangunan pada usia ke-24 Kabupaten Gunung Mas adalah memperkuat ketahanan daerah melalui pembangunan infrastruktur yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jaya menuturkan, pelaksanaan FBMM dan pesta pasar rakyat menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat. Selain itu, aktivitas ekonomi dalam pesta pasar rakyat menunjukkan bahwa ekonomi kerakyatan terus tumbuh dan berperan sebagai salah satu pilar kemandirian daerah.
“Kita harus memiliki kesungguhan untuk bekerja lebih keras, memperbaiki setiap kekurangan, dan menyempurnakan program kerja demi memastikan Kabupaten Gumas semakin gemilang,” tegasnya.
Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah menetapkan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Gunung Mas yang berkelanjutan, maju, berdaya saing, sejahtera, dan mandiri dengan akronim Lanjut Maju Bersama.
Visi tersebut dijabarkan dalam sejumlah misi, antara lain peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah, peningkatan kualitas pembangunan dan sumber daya manusia unggul, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penguatan reformasi birokrasi.
Selain itu, Pemkab Gunung Mas menetapkan program unggulan bertajuk Tambun Bungai yang terinspirasi dari nilai-nilai perjuangan tokoh Dayak, Tambun dan Bungai. Program tersebut dirancang dalam lima pilar utama, yakni Tambun Bungai Maju, Cerdas, Sehat, Mandiri, dan Bermartabat.
Pada 2026, FBMM akan berganti nama menjadi Festival Budaya Tambun Bungai yang ditandai dengan peluncuran logo baru. Pergantian nama tersebut dilakukan untuk menyelaraskan festival dengan program unggulan kepala daerah, yakni Tambun Bungai. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno