KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com - Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menjadi inspektur upacara pada peringatan hari jadi ke-24 Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tahun 2026, yang mengambil tema Ekonomi Tumbuh, Gunung Mas Mandiri.
Di usia ke-24, itu bukanlah perjalanan yang singkat, Kabupaten Gumas mampu menunjukkan sejumlah perkembangan positif dan kemajuan pembangunan di berbagai bidang.
"Segala proses pembangunan itu tentu buah dari kerja keras, kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dari generasi ke generasi," ucap Agustiar, Senin (22/6).
Dia mengatakan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremonial atau mengenang jejak sejarah, tapi juga momentum memperkuat semangat kebersamaan, berlandaskan Falsafah Huma Betang dalam bingkai NKRI, untuk melanjutkan estafet pembangunan.
"Semangat kebersamaan dan gotong royong adalah kunci menyukseskan pembangunan, yang bermuara pada cita-cita mulia yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bermartabat," terangnya.
Sesuai dengan tema Hari Jadi Kabupaten Gumas, masyarakat harus fokus memperkuat kemandirian daerah yang berbasis potensi unggulan daerah dan kearifan lokal.
"Kita tidak boleh hanya jadi penonton. Daerah yang kuat adalah daerah yang mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujarnya.
Dia menyampaikan, Kabupaten Gumas mempunyai potensi sangat besar, baik itu sumber daya alam, pertanian, perkebunan, maupun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan kekayaan budaya seni budaya Dayak.
"Kalau seluruh potensi tersebut dikelola optimal dan berkelanjutan, maka saya yakin Kabupaten Gumas pasti akan tumbuh semakin maju, berdaya saing dan sejahtera," jelasnya.
Tantangan kedepan yakni bagaimana menciptakan lapangan kerja lebih luas, tingkatkan konektivitas, yang akan memperkuat akses mobilitas sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat dan tingkatkan prestasi SDM melalui pendidikan, seni dan olahraga.
"Ini bukan sekadar membangun jalan atau jembatan tetapi membangun masa depan daerah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas harus kreatif dan inovatif menggali potensi daerah," tegasnya.
Dia menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng juga komitmen mewujudkan pembangunan yang adil dan merata, dari desa pedalaman hingga perkotaan. Salah satu wujud dukungan nyata yaitu meluncurkan kartu huma betang sejahtera (KHBS).
"Keberhasilan KHBS dan program pembangunan lainnya itu memerlukan sinergi bersama. Untuk itu, semua harus seiring sejalan, baik itu pusat, provinsi maupun kabupaten/kota," tuturnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal dan menyukseskan KHBS agar tepat sasaran, serta menyukseskan program strategis nasional Asta Cita yakni makan bergizi gratis (MBG), swasembada pangan, sekolah rakyat dan koperasi merah putih.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tingkatkan kewaspadaan, mitigasi, kesiapan serta kesiagaan menghadapi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," pungkasnya. (arm)
Editor : Heru Prayitno