Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sektor Perkebunan Sumbang 30 Persen PDRB Gunung Mas

Arham Said • Senin, 22 Juni 2026 | 20:26 WIB
Aktivitas panen TBS sawit oleh petani. (Dok.radarsampit)
Aktivitas panen TBS sawit oleh petani. (Dok.radarsampit)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), dengan kontribusi sekitar 30 persen. Kontribusi tersebut dinilai konsisten dan terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas Aryantoni mengatakan, sektor perkebunan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah seiring dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi.

“Sektor perkebunan konsisten menjadi penyumbang utama pada PDRB, yakni berada pada kisaran 30 persen,” ujarnya, Sabtu (20/6).

Menurut dia, konsistensi kontribusi sektor perkebunan didukung sejumlah faktor strategis yang mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor untuk terus mengembangkan usaha perkebunan di daerah tersebut.

Aryantoni menjelaskan, stabilitas harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar serta berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan kepastian berusaha menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor perkebunan kelapa sawit.

“Harga CPO yang relatif stabil dan adanya dukungan kebijakan pemerintah dalam memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk terus berkembang menjadi faktor utama konsistensi sektor perkebunan,” katanya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga berupaya memastikan pengelolaan perkebunan sawit tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Kami juga memastikan adanya pemenuhan hak dan kewajiban untuk menjaga kualitas lingkungan agar tetap baik dan berkelanjutan,” tegasnya.

Untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, pemerintah daerah menerapkan sistem pengawasan yang dinilai cukup efektif. Penguatan monitoring, pengawasan, serta penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi menjadi instrumen penting dalam pengelolaan industri sawit yang bertanggung jawab.

“Monitoring dan pengawasan yang dilakukan semua pihak terkait serta penerapan penghargaan maupun sanksi sesuai aturan yang berlaku menjadi instrumen penting dalam memastikan perkebunan sawit berkembang sejalan dengan terjaganya kondisi lingkungan,” jelasnya.

Aryantoni menambahkan, capaian sektor perkebunan merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan perkebunan berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan.

Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, sektor perkebunan diyakini akan terus menjadi lokomotif pembangunan menuju Kabupaten Gunung Mas yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#PDRB #Gunung Mas #sawit