KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan monitoring terhadap dua peserta asal Gumas yang mengikuti pelatihan keterampilan di UPT Panti Sosial Bina Karya Wanita (PSKW) Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, Dinsos juga mengunjungi Panti Rehabilitasi Rumah Pemulihan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Borneo di Kota Palangka Raya untuk memantau perkembangan warga Gumas yang menjalani rehabilitasi.
Kepala Dinsos Kabupaten Gumas Sugiarto mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan kedua peserta mengikuti program pembinaan secara optimal selama menjalani pendidikan dan pelatihan di panti sosial.
Pada 2026, UPT PSKW Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan pelatihan keterampilan tata rias yang diikuti 10 peserta dari lima kabupaten/kota di provinsi tersebut. Kabupaten Gumas memperoleh kuota dua peserta.
“Pelatihan ini diperuntukkan bagi perempuan rawan sosial ekonomi dan dilaksanakan selama lima bulan di dalam panti tanpa dipungut biaya,” kata Sugiarto, Minggu (7/6).
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat keterampilan sebagai bekal untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha secara mandiri.
Sugiarto mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi peserta.
Selain melakukan monitoring peserta pelatihan, Dinsos Gumas juga mengunjungi Panti Rehabilitasi Rumah Pemulihan ODGJ Borneo di Palangka Raya. Kunjungan itu bertujuan melihat secara langsung perkembangan penerima manfaat asal Gumas yang sedang menjalani rehabilitasi.
Saat ini terdapat sembilan warga Gumas yang menjalani rehabilitasi di panti tersebut, terdiri atas tiga perempuan dan enam laki-laki. Menurut Sugiarto, penerima manfaat menunjukkan perkembangan yang cukup baik, terutama dalam pengendalian emosi, kemandirian dasar, serta kemampuan menjaga kebersihan diri.
“Keberadaan panti rehabilitasi sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan penyandang disabilitas mental. Melalui rehabilitasi yang berkelanjutan, kami berharap penerima manfaat dapat kembali berbaur dan produktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa rehabilitasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinsos Gumas berkomitmen terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap berbagai program rehabilitasi sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno