Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah lewat Workshop Deep Learning

Arham Said • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:12 WIB
WORKSHOP: Suasana workshop pembelajaran mendalam yang digelar KKKS Manggatang Utus Kecamatan Kurun, Rabu (3/6). (DISDIKPORA GUNUNG MAS/RADAR SAMPIT)
WORKSHOP: Suasana workshop pembelajaran mendalam yang digelar KKKS Manggatang Utus Kecamatan Kurun, Rabu (3/6). (DISDIKPORA GUNUNG MAS/RADAR SAMPIT)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 75 guru dan kepala sekolah di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mengikuti workshop pembelajaran mendalam (deep learning) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Manggatang Utus Kecamatan Kurun, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut diikuti 25 kepala sekolah dan 50 guru dari 25 sekolah, yang terdiri atas 23 sekolah dasar (SD) negeri dan dua SD swasta di Kecamatan Kurun. Workshop ini menghadirkan narasumber Rahmat Hidayat dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat serta didukung pembiayaan oleh Penerbit Erlangga.

Ketua KKKS Manggatang Utus Kecamatan Kurun, During, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kepala sekolah dan operator sekolah terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pembelajaran mendalam, serta administrasi sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gumas, Aprianto, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru agar mampu mengikuti perkembangan serta transformasi dunia pendidikan. 

Ia menjelaskan, deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam. Pendekatan ini bukan kurikulum baru, melainkan pelengkap dalam implementasi Kurikulum Merdeka dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

“Deep learning bertumpu pada tiga pilar, yakni pembelajaran berkesadaran, pembelajaran bermakna, dan pembelajaran menyenangkan,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan pendekatan tersebut mendorong peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu memaknai dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi di kelas juga didukung pemanfaatan teknologi serta pengalaman nyata peserta didik agar konsep yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.

“Kami berharap peserta dapat mengikuti workshop ini dengan baik dan mengimplementasikan konsep deep learning untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” pungkasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Gunung Mas #guru