Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dinas Pengendalian Penduduk Gunung Mas Perkuat Pembinaan Lansia melalui Sekolah Berjenjang

Arham Said • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB
DP2KBP3A Kabupaten Gunung Mas memperkuat pembinaan lansia melalui program Sekolah Lansia Berjenjang di wilayah setempat. (arham/radar sampit)
DP2KBP3A Kabupaten Gunung Mas memperkuat pembinaan lansia melalui program Sekolah Lansia Berjenjang di wilayah setempat. (arham/radar sampit)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) memperkuat pembinaan lansia melalui program Sekolah Lansia Berjenjang di wilayah setempat.

Kepala DP2KBP3A Gumas Rina Sari melalui Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga Demo Aruslin Purba, menyampaikan bahwa program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.

“Pembinaan kami perkuat melalui Sekolah Lansia yang dilaksanakan secara berjenjang,” ujarnya, Senin (11/5).

Di Kabupaten Gumas, terdapat dua Sekolah Lansia, yakni Sekolah Lansia Barigas di Kecamatan Kurun dan Sekolah Lansia Tabalien di Kecamatan Tewah. Keduanya saat ini berada pada tahap pengembangan berbeda.

Sekolah Lansia Barigas yang diluncurkan pada 2024 telah meluluskan 35 peserta pada jenjang standar I (S1). Dari jumlah tersebut, 30 orang melanjutkan ke S2 dan lulus pada 2025. Selanjutnya, 20 peserta mengikuti jenjang S3 yang dimulai sejak 15 April 2026.

Pada pelaksanaan perdana S3, peserta mendapatkan materi dari tenaga profesional, yakni psikolog klinis RSUD Kuala Kurun Destrin Nandalia terkait kesehatan mental dan kesiapan emosional pada usia lanjut. Selain itu, dokter spesialis paru RSUD Kuala Kurun memberikan edukasi tentang bahaya merokok dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Sementara itu, Sekolah Lansia Tabalien di Kecamatan Tewah yang diluncurkan pada 2025 saat ini berada pada jenjang S2 dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang.

Menurut DP2KBP3A Gumas, program Sekolah Lansia merupakan bagian dari upaya pendidikan nonformal berkelanjutan untuk mendorong lansia tetap aktif berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Melalui Sekolah Lansia, kami berharap kualitas hidup lansia meningkat serta tetap berdaya,” ujar Demo.

Program ini merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN). (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Gunung Mas #lansia