KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong mengungkapkan sejumlah kendala dalam upaya mewujudkan otonomi daerah di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, termasuk dana transfer dari pemerintah pusat yang dinilai belum mencukupi kebutuhan daerah.
“Salah satu kendala dalam mewujudkan otonomi daerah yang optimal adalah keterbatasan anggaran, termasuk yang ditransfer dari pemerintah pusat ke daerah,” ujar Jaya, Senin (4/5).
Menurut dia, besaran dana transfer dari pemerintah pusat belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pembangunan daerah. Kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan sejumlah program prioritas yang harus disesuaikan, bahkan ditunda akibat keterbatasan anggaran.
“Pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam menjalankan berbagai program strategis pembangunan,” katanya.
Akibat kondisi itu, pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Prioritas diarahkan pada program yang bersifat mendesak dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain persoalan anggaran, Jaya juga menyoroti pelaksanaan otonomi daerah yang dinilainya masih belum optimal.
“Otonomi daerah masih setengah hati. Artinya, kewenangan daerah dalam mengelola potensi dan kebijakan masih belum sepenuhnya diberikan secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih besar, baik melalui peningkatan dana transfer maupun pelimpahan kewenangan yang lebih luas kepada daerah.
“Dengan demikian, daerah bisa lebih mandiri dalam mengelola potensi dan mempercepat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno