Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hasil Jagung Petani Tembus Pasar Bulog dan Pabrik Pakan

Arham Said • Rabu, 8 April 2026 | 07:03 WIB

 

Poktan Sari Bumi ketika melakukan panen jagung di lahan miliknya, yakni di Jalan Lintas Kurun-Linau, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, pekan lalu. (DINAS PERTANIAN GUNUNG MAS)
Poktan Sari Bumi ketika melakukan panen jagung di lahan miliknya, yakni di Jalan Lintas Kurun-Linau, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, pekan lalu. (DINAS PERTANIAN GUNUNG MAS)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyatakan hasil panen jagung petani setempat kini berhasil menembus pasar yang lebih luas, termasuk diserap Bulog dan pabrik pakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Capaian ini merupakan hasil dari berbagai program peningkatan produktivitas pertanian yang dijalankan pada 2026.

Kepala Dinas Pertanian Gumas, Aryantoni, mengatakan peningkatan tersebut didorong melalui intervensi langsung di lapangan, seperti penyaluran bantuan sarana produksi, dukungan peralatan pascapanen, serta optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Upaya ini tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi langsung menyentuh petani di lapangan,” ujarnya, Selasa (7/4).

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi kerja sama dengan Yonif Teritorial Pembangunan dan Brigade Pangan untuk memperkuat peran dalam sektor pertanian.

Menurut Aryantoni, program tersebut berdampak pada peningkatan signifikan produktivitas jagung sehingga mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas.

“Ini menjadi sinyal bahwa kualitas produksi petani semakin kompetitif,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menggenjot produksi padi dengan mengoptimalkan dan mengembangkan lahan di Kecamatan Tewah, Rungan, dan Manuhing guna meningkatkan luas tanam dan hasil produksi secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, sektor pertanian di Gumas saat ini menunjukkan tren positif, didukung kebijakan pemerintah seperti penurunan harga pupuk bersubsidi, kemudahan distribusi, bantuan sarana produksi, serta dukungan alsintan dari berbagai kementerian.

Meski demikian, pihaknya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga penggarap lahan.

“Keterbatasan SDM masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi,” tegasnya.

Terlepas dari itu, kepercayaan petani terhadap kebijakan pemerintah terus meningkat, terlihat dari bertambahnya aktivitas penanaman komoditas pangan dan hortikultura.

Pemerintah daerah optimistis sektor pertanian akan menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Gunung Mas #jagung