KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menerapkan sejumlah strategi untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah, sejalan dengan program unggulan Tambun Bungai Mandiri.
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, mengatakan strategi tersebut meliputi modernisasi dan mekanisasi pertanian, peningkatan akses dan distribusi, serta diversifikasi dan pemberdayaan petani. Hal itu disampaikannya pada Kamis (2/4).
Namun, pelaksanaan strategi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan sumber daya manusia (SDM) petani yang terampil dalam mengolah lahan.
Selain itu, tantangan juga muncul dalam mengubah pola pikir masyarakat agar beralih ke mata pencaharian yang berkelanjutan, seperti sektor pertanian.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Gunung Mas melakukan pembenahan dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak guna mempermudah akses bagi petani.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Bank Kalteng melalui program Kredit Ketahanan Pangan Gunung Mas Jaya (Ketapang Gaya) yang menyediakan bantuan permodalan bagi petani.
Dalam program tersebut, petani dapat mengajukan kredit dengan bunga yang disubsidi pemerintah daerah dan sistem angsuran yang dibayarkan setelah masa panen.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penerapan inovasi dan mekanisasi pertanian, seperti penggunaan drone, traktor roda dua dan empat, traktor perahu, serta alat dan mesin pertanian lainnya.
Upaya lain yang dilakukan adalah pengembangan pakan ternak mandiri berbasis sumber daya lokal serta pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi.
Pada tahap pascapanen dan pemasaran, Pemkab Gunung Mas berupaya memastikan hasil pertanian terserap melalui Bulog dan offtaker swasta guna menjaga keberlanjutan ekonomi petani. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno