Radarsampit.jawapos.com - Berpura-pura mengambil surat kontrol, seorang pria nekat menggasak tas perawat di IGD RSUD dr Murjani Sampit.
Aksi yang merugikan korban hingga Rp 30 juta ini terekam CCTV dan berujung pada penangkapan pelaku di tengah pelariannya.
Bagi Febby Lovita Sari, Jumat (9/10/2026) pagi itu seharusnya menjadi shift piket biasa di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit. Di tengah hiruk-pikuk derak roda brankar dan lalu lalang keluarga pasien, Febby tetap menjalankan tugas medisnya di area nurse station Ruang Cempaka dengan cekatan.
Namun, ruangan yang saban hari menjadi tempatnya mengabdi dan memberikan rasa aman bagi para pasien itu justru berubah menjadi lokasi musibah bagi dirinya sendiri.
Baca Juga: Waspada! Penipu Catut Nama Kapolsek Ketapang, Minta Uang Operasional Karhutla
Sekitar pukul 09.30 WIB, Febby sejenak melangkahkan kaki menuju ruang obat untuk keperluan medis. Tas pribadinya ia tinggalkan di atas kursi nurse station, tempat yang selama ini ia anggap sebagai area aman di lingkungan kerjanya.
Tak berselang lama, usai urusan obat rampung, ia kembali untuk mengambil tasnya karena hendak menuju ruangan Wakil Direktur.
Sial tak dapat ditolak. Kursi itu sudah kosong. Tas berisi dua unit ponsel, laptop, hingga dokumen-dokumen penting miliknya sirna. Dalam sekejap, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta rupiah.
Baca Juga: Seruyan Sediakan Beasiswa Rp 500 Juta untuk 100 Mahasiswa, Ini Syaratnya
Trik Jaket di Bawah Sorotan Kamera
Rasa panik dan bingung membendung dada. Febby bersama rekannya bergegas memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari layar monitor, misteri hilangnya tas itu perlahan terkuak.
Sesosok pria mengenakan jaket hitam dengan corak kuning di bagian lengan terlihat mendatangi area nurse station. Pria itu merupakan pengunjung yang datang dengan dalih hendak mengambil surat kontrol pasien. Namun, alih-alih menyelesaikan urusannya, matanya justru tertuju pada tas perawat yang tak terjaga.
Dengan tenang dan terencana, pria tersebut melepas jaketnya. Ia lalu mengulurkan jaket itu untuk menyelubungi tas milik Febby, menutupi jejaknya dari pandangan orang sekitar sebelum akhirnya melangkah pergi membawa kabur barang berharga tersebut. Rekaman video berdurasi singkat itu pun dengan cepat beredar di grup-grup WhatsApp dan media sosial lokal, memicu keprihatinan publik.
Baca Juga: Wabup Gumas Ingatkan Calon Kades: Jangan Cuma Kejar Jabatan
"Iya betul, korban itu sepupu saya yang pada saat kejadian lagi piket di RSUD dr Murjani. Pelaku atas nama Amriyanto," tutur M Teguh, sepupu korban, saat dikonfirmasi Sabtu (10/10/2026).
Teguh turut menyebarkan informasi kehilangan tersebut dengan harapan barang-barang dokumen penting milik sepupunya bisa ditemukan kembali. "Total kerugian Rp 30 juta rupiah. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres Kotim. Semoga korban diberikan ketabahan," tambahnya.
Baca Juga: Jangan Bebankan Daerah, Pusat Diminta Bertanggung Jawab Atasi Karhutla di Kalteng
Pelarian yang Terhenti di Pelantaran
Laporan resmi segera dilayangkan ke Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Bergerak cepat menyusuri jejak pelaku, jajaran kepolisian tak membiarkan buronannya melenggang bebas.
Ikhtiar pelaku untuk melarikan diri ke luar daerah akhirnya kandas. Saat sedang dalam perjalanan menuju Kalimantan Selatan (Kalsel), terduga pelaku berhasil ditangkap petugas tepat di kawasan Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim.
Peristiwa ini menjadi tamparan sekaligus pengingat getir, bahkan di tempat di mana kemanusiaan dan penyembuhan dipertaruhkan setiap detik, celah kejahatan tetap bisa mengintai siapa saja yang lengah. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor