Duka di Hari Jadian, Kekasih Kirim Kue Ultah dan Pesan Terakhir ABK Sebelum Meninggal

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:52 WIB
Ilustrasi penemuan ABK meninggal di tongkang
Ilustrasi penemuan ABK meninggal di tongkang

 

Radarsampit.jawapos.com - Momen peringatan dua tahun usia hubungan asmara yang seharusnya dipenuhi rasa bahagia berujung duka mendalam.

Sepotong kue bertuliskan ucapan selamat ulang tahun hubungan yang kedua itu masih terbungkus rapi. Manisnya gula dan krim yang disiapkan sang kekasih, P, seharusnya menjadi pelengkap senyum bahagia di atas gelombang Sungai Mentaya di Sampit, Kotawaringin Timur.

Namun, pada Rabu (7/10/2026) lalu, kue itu justru tiba bersamaan dengan kabar yang menyayat hati, AB (27), pria yang ditunggunya, telah pergi untuk selamanya.

Baca Juga: Karhutla Palangka Raya Diusut, Sejumlah Lokasi Dipasang Police Line

Hari itu mestinya menjadi momen spesial bagi pasangan muda ini. Dua tahun merajut kasih, P membayangkan sebuah perayaan kecil di tengah kesibukan AB yang bertugas sebagai Mualim II di kapal tunda, Tugboat (TB) Erina 1212.

Dengan penuh harapan, P menitipkan kue anniversary (hari jadi/ulang tahun) tersebut kepada rekan kapal di tempat AB bekerja, membawa kehangatan cinta yang ia rakit dari darat menuju tengah perairan.

Namun, takdir menuliskan kisah yang bertolak belakang. Malam sebelum jasad AB ditemukan, kecemasan melanda P. Melalui layar ponselnya, ia menyaksikan siaran langsung media sosial yang diunggah sang kekasih.

Baca Juga: Desa Bagendang Tengah Diselimuti Kabut Asap. Masker Dibagikan secara Masif kepada Warga

Buka sekadar sapaan hangat, melainkan adegan memilukan saat AB melilitkan seutas tali ke lehernya sendiri. Jemari P gemetar hebat saat menekan tombol tangkapan layar, lalu mengirimkan bukti gambar itu kepada rekan-rekan AB di kapal dengan kepanikan luar biasa.

Rekan-rekan korban yang menerima pesan darurat itu langsung menyisir seluruh area kapal dan tongkang (TK) BG Santan 2512 yang sedang berlabuh pada Selasa (6/10/2026) malam di seberang Rumah Makan Citra Mentaya, Baamang, Sampit.

Kapal yang baru saja menyelesaikan pelayaran mengangkut bauksit dari terminal khusus PT Indonesia Bauxit Bajarau di wilayah Kecamatan Parenggean sejak Selasa (6/10/2026) malam itu seketika mencekam.

Baca Juga: Geger Tengah Malam! Piton 4 Meter Muncul di Samping Rumah Warga Palangka Raya

Pencarian berakhir pilu. Di atas tongkang yang bisu, AB ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi leher tergantung.

Kini, riak Sungai Mentaya menyimpan duka yang tak tertanggungkan. Kue manis dari P yang tiba di kapal tak pernah sempat dipotong atau dinikmati bersama. Pihak kepolisian dari Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah masih menelusuri motif di balik keputusan nekat sang mualim muda.

“Kekasih almarhum sempat menangkap layar pada saat AB ada memilitkan lehernya menggunakan tali. Kemudian kekasihnya mengirimkan bukti gambar tersebut kepada rekan AB hingga akhirnya ditemukan tergantung di tongkang," beber Kabagbinops Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masriwiyono.

Baca Juga: Jalan Bengkirai Jadi Jalur Alternatif Setelah Tjilik Riwut Ditutup, Pengendara Malah Dihujani Debu

"Kami masih menunggu hasil visum resmi dari RSUD dr Murjani Sampit untuk memastikan seluruh penyebab pasti kematian yang bersangkutan," timpalnya.

Di tengah penyelidikan petugas, kue anniversary itu berdiri kaku menjadi saksi bisu atas kepedihan cinta yang kandas persis di hari jadinya. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
abk meninggal sungai mentaya penemuan mayat sampit tongkang