Perjuangan Satgas Karhutla Menjaga Tanah Palangka Raya dari Bara tak Kasat Mata

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 21:27 WIB

 

CEK LAPANGAN : Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan cek lokasi Karhutla untuk memastikan proses pemadaman hingga pendinginan berjalan maksimal. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
CEK LAPANGAN : Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan cek lokasi Karhutla untuk memastikan proses pemadaman hingga pendinginan berjalan maksimal. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

Radarsampit.jawapos.com - Di balik langit Palangka Raya yang perlahan menjernih, ada peluh para personel Satgas Karhutla yang tak berhenti menyiram lahan gambut demi memastikan bara tak kembali menyala.

Bau sangit tanah terbakar masih menyengat di udara kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 39, Palangka Raya. Di atas hamparan gambut yang menyisakan abu kehitaman, beberapa pria berbaju dinas tampak basah kuyup, bukan hanya oleh keringat, tapi juga semprotan air dari selang penjinak si jago merah.

Di antara barisan personel gabungan Satgas Karhutla sore itu, tampak Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyusuri lahan yang baru saja padam. Langkah kakinya hati-hati; di lahan gambut Kalimantan, permukaan tanah yang terlihat mati sering kali menyimpan 'monster' berupa bara menyala di kedalaman beberapa meter.

Baca Juga: MALAM BERDARAH!, Dua Motor Tabrakan Maut di Pundu, Dua Nyawa Pengendara Melayang

"Penanganan Karhutla di lahan gambut harus tuntas sampai ke akar," kata Iwan sambil mengamati asap tipis yang masih menyelinap keluar dari sela-sela tanah basah, Selasa (6/10/2026). "Lakukan pembasahan menyeluruh. Pastikan tidak ada bara sisa, atau kita harus mengulang perjuangan ini dari nol besok."

Bagi para petugas di lapangan, mengendalikan api di lahan gambut mirip bertarung dengan musuh tak kasat mata. Saat kobaran di permukaan hilang, pekerjaan sesungguhnya justru baru dimulai: pendinginan (cooling down). Selang-selang air harus terus menyiram, menusuk hingga ke lapisan dalam tanah agar bara padam sepenuhnya.

Di lokasi yang sama, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna memimpin penyisiran jalur rawan. Patroli berjalan kaki hingga berkendara menyusuri sudut-sudut hutan bukan sekadar untuk mencari titik asap baru, melainkan juga memastikan tak ada lagi tangan-tangan jahat atau lalai yang menyulut api.

Baca Juga: 90 Orang Diciduk, Polisi Kotim Sita 4,3 Kg Sabu Selama 9 Bulan

Namun, aparat menyadari betul bahwa memadamkan api adalah langkah terakhir dari sebuah kegagalan mencegah. Karena itu, dialog kecil di sela patroli terus dibangun bersama warga sekitar.

"Upaya pencegahan jauh lebih penting," tutur Iwan menegaskan. Menurutnya, mengedukasi warga agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar adalah investasi jangka panjang demi paru-paru anak cucu di Kalimantan Tengah. "Kita tidak ingin kabut asap kembali merenggut udara bersih masyarakat."

Hingga matahari mulai meredup di Km 39, situasi dipastikan aman terkendali. Tidak ditemukan titik api baru. Meski begitu, para personel tak lantas beranjak pulang. Di bawah koordinasi lintas sektor, patroli dan pendinginan akan terus berlanjut.

Baca Juga: Putusan Banding Mantan Anggota DPRD Seruyan Tetap Tiga Bulan Penjara

Sebab di atas tanah gambut Kalteng, menjaga api tetap padam bukan sekadar tugas dinas, melainkan janji untuk menjaga langit tetap biru. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering PALANGKA RAYA kemarau kabut asap karhutla