Kala Anak-Anak Mengetuk Pintu Damkar, Demi Sepeda Kesayangan

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:30 WIB
Rido bersama kawan-kawannya sempat berswafoto usai sepeda kesayangan berhasil ditemukan di dasar Sungai Arut, Gang Berunai, Kelurahan Baru, Kamis 1 Oktober 2026.(istimewa/Damkar Kobar)
Rido bersama kawan-kawannya sempat berswafoto usai sepeda kesayangan berhasil ditemukan di dasar Sungai Arut, Gang Berunai, Kelurahan Baru, Kamis 1 Oktober 2026.(istimewa/Damkar Kobar)

Anak-anak dan Mako Damkar selalu punya cerita unik tersendiri. Di tengah deretan armada pemadam yang gagah dan kesibukan para personel menangani Karhutla, beberapa bocah dengan langkah ragu memberanikan diri masuki gerbang Markas Komando (Mako) Damkar Kotawaringin Barat. 

------------------------------------------

 Wajah Muhammad Nur Ridho (11) dan tiga temannya menyiratkan kecemasan mendalam saat melangkahkan kaki menuju Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis 1 Oktober 2026.

 Sore yang seharusnya diisi gelak tawa bermain berubah menjadi haru ketika sepeda kesayangannya tergelincir dan tenggelam ke dasar Sungai Arut di kawasan Jalan Berunai, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

 ​Sekitar pukul 16.00 WIB, dengan mata yang berkaca-kaca, Ridho memberanikan diri melapor kepada petugas jaga. Bagi seorang anak seusianya, kehilangan sepeda adalah bencana kecil yang merenggut kegembiraannya. Namun, keputusannya mendatangi markas baret biru tersebut menjadi langkah tepat.

​Menerima aduan dari sang bocah, personel Damkar Kobar tak membuang waktu. Menggunakan armada penyelamatan, tim bergerak cepat menuju lokasi kejadian di tepi Sungai Arut.

 ​Melihat keruhnya aliran air dan kedalaman sungai, petugas menggunakan taktik khusus. Berbekal penjuluk besi yang telah dimodifikasi, personel menyisir dasar sungai dengan teliti. Tak butuh waktu lama, alat modifikasi tersebut berhasil mengait rangka sepeda dan perlahan mengangkatnya kembali ke permukaan.

 Senyum lega pun kembali terpancar dari wajah Ridho dan teman-temannya saat sepeda tersebut diserahkan kembali secara utuh.

 ​Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Damkar Kobar, Fahliansyah, menjelaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari dedikasi pelayanan publik tanpa memandang besar kecilnya masalah.

Baca Juga: Damkar Kotawaringin Barat Temukan APAR Kedaluwarsa

 ​"Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga memberikan pelayanan penyelamatan dalam berbagai kondisi, termasuk membantu masyarakat ketika membutuhkan evakuasi barang atau objek yang tercebur ke sungai. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih berhati-hati saat bermain di sekitar sungai," ujar Fahliansyah.

 ​Senada dengan hal tersebut, Kepala Damkar Kobar, Dwi Agus Suhartono, menegaskan bahwa respons cepat personel di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen hadirnya pemerintah di tengah warga.

 ​"Setiap laporan masyarakat akan kami respons sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Penanganan nonkebakaran seperti ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Damkar dalam membantu masyarakat," tegasnya.

 ​Ia juga menyematkan pesan mendalam bagi para orang tua di Kobar untuk terus memperketat pengawasan terhadap buah hati mereka saat beraktivitas di tepian sungai guna menghindari potensi bahaya yang tak diinginkan.

 ​Proses evakuasi sore itu berjalan aman dan lancar. Ridho kini bisa kembali mengayuh sepedanya, membawa pulang cerita tentang para pahlawan berseragam damkar yang tak hanya menaklukkan si jago merah, tetapi juga berhasil menyelamatkan senyum seorang anak di tepi Sungai Arut. (*/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
sepeda personel kotawaringin barat anak-anak damkar