Modus Baru Incar Motor? Pura-Pura Mata Pedih, Pria Misterius Akhirnya Kabur saat Dicurigai Warga

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:56 WIB
ILUSTRASI: Maling Motor Kepergok Warga
ILUSTRASI: Maling Motor Kepergok Warga

 

Radarsampit.jawapos.com - Meringis mata perih di depan kaca spion motor orang lain ternyata cuma modus. Pria ini gagal curi motor setelah alibi ‘menunggu teman’ terbongkar dan memaksanya angkat kaki

Terik matahari di kawasan Jalan MT Haryono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, hari itu berjalan seperti biasa. Lalu lalang kendaraan dan deretan sepeda motor yang terparkir rapi di pinggir jalan menjadi pemandangan sehari-hari. Namun, di balik tenang suasana siang itu, sebuah interaksi kecil nan janggal hampir saja memakan korban.

Seorang pria asing tampak berdiri sangat dekat dengan sebuah sepeda motor yang terparkir. Gerak-geriknya canggung, matanya bolak-balik menatap kendaraan. Sebelum jemarinya sempat bertindak lebih jauh, pemilik motor menyergapnya dengan pandangan curiga.

Baca Juga: Karhutla Kalteng Masih Mengancam, Kapolda Perintahkan Jajaran Jangan Tunggu Api Membesar

Tergagap karena tertangkap basah, pria tersebut buru-buru menyusun alibi.

"Numpang lihat kaca spion, Mbak. Mata saya pedih," kelitnya, sembari berpura-pura meringis dan memegangi matanya. Tak berhenti di situ, ia menambahkan benteng pertahanan alibinya: "Sekalian nunggu teman yang lagi duduk di kafe sebelah."

Via, warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut, hanya bisa mengelus dada mendengar alasan menggelitik itu. Namun, naluri kewaspadaannya tak begitu saja tumpul oleh wajah penuh belas kasihan sang pria.

Baca Juga: Bakar Lahan Berujung Masalah, Dua Warga Kotim Diamankan Polisi setelah Api Merembet ke Kebun

"Waktu itu dia beralasan matanya pedih jadi pakai spion motor orang. Tapi waktu kami tunggu cukup lama, teman yang katanya di kafe tak pernah muncul," tutur Via.

Menit berganti, kebohongan itu akhirnya runtuh oleh waktu. Tak ada teman yang keluar dari kafe, tak ada pula tanda-tanda mata pedih yang membaik. Menyadari aksinya terus diawasi warga yang mulai curiga, pria tersebut perlahan mundur dan akhirnya ngeluncur pergi begitu saja, berjalan kaki seorang diri, meninggalkan spion motor yang baru saja dijadikan 'alat bukti' matanya yang bermasalah.

Kejadian ini menjadi potret kecil bagaimana pelaku tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kini makin lihai dan kreatif menyusun modus. Kaca spion, yang seharusnya berfungsi sebagai peningkat keselamatan berkendara, mendadak berubah fungsi menjadi cermin Kamuflase bagi niat jahat.

Baca Juga: Bakar Lahan di Tengah Kabut Asap, Polisi Kotim Tegaskan Pelaku Siap Berhadapan dengan Hukum

Menanggapi fenomena ini, Kapolsek Ketapang AKP Anis mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh alasan-alasan sepele yang tidak masuk akal di sekitar kendaraan mereka. Kepolisian meminta warga untuk senantiasa memasang mata dan telinga, serta tidak ragu untuk bertindak cepat.

"Apabila melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan, segera laporkan kepada petugas Kepolisian terdekat," tegas AKP Anis.

Peristiwa di Jalan MT Haryono ini menjadi pengingat hangat sekaligus dingin bagi warga Sampit, kejujuran mungkin makin mahal, namun kehati-hatian harus tetap gratis dan selalu siap sedia. Karena di era sekarang, mata yang benar-benar 'pedih' bisa jadi hanyalah kedok untuk mengintai motor yang lengah. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
maling motor modus baru kriminalitas Kejahatan curanmor