PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Polda Kalteng menghadirkan inovasi pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bernama X-Fire. Cairan ini dirancang khusus untuk menuntaskan bara api yang bersembunyi jauh di bawah lapisan tanah gambut
Di atas permukaan, lahan gambut Kalimantan Tengah mungkin hanya tampak mengeluarkan kepulan asap tipis. Namun, di bawah pijakan kaki, pada kedalaman puluhan sentimeter hingga satu meter, bara api terus membara dalam diam, menggerogoti akar dan bahan organik kering yang terperangkap selama ribuan tahun.
Kebakaran lahan gambut selalu menjadi musuh tersembunyi. Air pemadam biasa sering kali kalah sebelum bertarung, ia menguap di permukaan atau tertahan oleh sifat alami gambut yang menolak air (hidrofobik) saat sangat kering.
Baca Juga: Bencana Kabut Asap Berulang, Mitigasi Karhutla Dinilai Gagal. Walhi Temukan Banyak Unsur Kesengajaan
Melihat ancaman menahun ini, Polda Kalimantan Tengah tak tinggal diam. Sebuah formula inovatif lahir dari ruang laboratorium dan tempat pencampuran di Mapolda Kalteng, X-Fire.
Rahasia di Balik Cairan Penembus Tanah
Senjata baru pemadam karhutla ini bukan sekadar air biasa. X-Fire menggabungkan dua formula utama yang bekerja secara sinergis, yakni surfaktan dan tapioka yang telah dipolimerisasi.
Saat disemprotkan atau diinjeksi menggunakan pipa khusus ke dalam tanah, surfaktan bertindak sebagai "pembuka jalan". Senyawa ini menurunkan tegangan permukaan air, memungkinkannya meresap masuk menembus pori-pori gambut hingga kedalaman 30 sentimeter bahkan 1 meter.
Baca Juga: Bantu Atasi Karhutla, Disdik Palangka Raya Terjunkan Tim ke Lapangan
Setelah air berhasil menjangkau bara di kedalaman, giliran tapioka terpolimerisasi yang bekerja. Bahan ini mengikat kelembapan dan menjaga suhu di dalam tanah tetap dingin secara stabil. Lebih dari itu, lapisan tapioka membentuk semacam "segel" tipis di permukaan gambut yang menutup akses oksigen dari luar. Tanpa oksigen, bara yang tersembunyi pun akhirnya padam total.
Kemandirian di Garis Depan
"Kami tidak hanya menyiapkan ratusan liter cairan ini untuk didistribusikan ke polres-polres, tetapi juga menyiapkan fasilitas produksi dan pelatihannya," ujar Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol. Budi Rachmat mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
Strategi ini krusial. Dalam penanganan Karhutla, kecepatan respons adalah kunci. Dengan melatih personel di lapangan untuk memproduksi X-Fire secara mandiri, tim tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alokasi dan pengiriman dari Mabes Polri saat darurat kebakaran meluas.
Baca Juga: Berawal Bakar Rumput, Api Jadi Tak Terkendali. Seorang Warga Diamankan Polisi
Hasil uji coba di lapangan menunjukkan tren positif, asap pekat yang biasanya membubung berturut-turut dari bawah tanah berkurang secara signifikan, dan titik api tak lagi menyala kembali pascapembasahan.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa X-Fire adalah salah satu alat dalam kerja besar bersama. Sinergi antara kepolisian, Pemerintah Daerah, BNPB, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api tetap menjadi fondasi utama menjaga paru-paru Kalimantan dari incaran si jago merah. (*/fm)
Editor : Farid Mahliyannor