Petualangan Residivis ‘Muka Lama’ si Udin Pocong Tamat di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:51 WIB
MALING: Saparudin alias Udin Pocong saat diamankan di pos keamanan Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, baru-baru tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
MALING: Saparudin alias Udin Pocong saat diamankan di pos keamanan Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, baru-baru tadi. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Kisah Saparudin alias Udin Pocong, spesialis pencuri yang sudah 17 bobol lapak sayur dan kotak amal berakhir di pos keamanan Pasar Indra Sari,  Pangkalan Bun

Julukan "Udin Pocong" mungkin terdengar menakutkan, atau setidaknya menyiratkan sosok yang bayangannya sulit ditangkap. Bagi para pedagang di Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat, nama Saparudin alias Udin Pocong memang menjadi momok yang teramat menyebalkan.

Bagaimana tidak? Selama berminggu-minggu, bayangan Udin seolah berkeliaran bebas di lorong-lorong pasar. Ia mengincar hal yang tampak sederhana bagi sebagian orang, namun sangat berharga bagi para pedagang kecil, terpal penutup lapak dan tumpukan sayur-mayur.

Baca Juga: Tersangka Kasus Karhutla di Kalteng Terus Bertambah

Catatan pihak keamanan pasar menunjukkan, setidaknya 17 kali lapak pedagang dibongkar oleh tangan dingin sang residivis.

"Sudah dua minggu ini kami mengintai Udin Pocong, tetapi selalu lepas. Pelaku terbilang licin karena memang residivis," tutur Vika, salah satu petugas keamanan Pasar Indra Sari, menceritakan betapa menguras emosi proses perburuan "si hantu pasar" ini.

Setiap kali petugas lengah, Udin selalu berhasil meloloskan diri. Rekam jejak kejahatannya pun bukan kaleng-kaleng. Sepak terjangnya membentang luas: mulai dari menyusup ke dua sekolah, merusak warung warga, hingga tak segan-segan menguras isi kotak amal masjid.

Baca Juga: Kapal Bawa 37 TKBM Nyaris Tenggelam di Muara Sungai Mentaya, Polisi Selidiki Penyebab Kebocoran

Namun, sesakti-saktinya ilmu melarikan diri milik residivis, selalu ada titik jenuh di mana keberuntungan berbalik arah menjadi kesialan mutlak. Dan bagi Udin Pocong, keberuntungannya resmi habis di ujung lensa kamera CCTV.

Jumat (25/9/2026) menjadi hari naas bagi sang pencuri. Dengan gerakan yang samar, Udin mendekati salah satu lapak pedagang, bersiap merobek terpal pelindung barang dagangan. Namun, ia tak menyadari bahwa pergerakannya kali ini ditatap langsung oleh mata digital keamanan pasar.

Sadar target yang dicari akhirnya masuk jebakan, petugas keamanan tak memberi ruang untuk Udin lolos lagi. "Kami bergerak cepat dan langsung mengepung serta menangkapnya di lokasi kejadian," tegas Vika.

Baca Juga: Tengah Malam Masuk Lewat Jendela, Aceng Bobol Rumah Warga Seruyan

Seketika itu juga, lorong pasar yang biasanya riuh oleh tawar-menawar sayuran berubah menjadi panggung luapan emosi. Rasa geram pedagang yang barang dagangannya berulang kali diacak-acak tak lagi bisa dibendung.

Saat Udin diseret ke pos keamanan pasar untuk diinterogasi, suasana kian memanas. Bogeman mentah dan pukulan massa mendarat di tubuhnya hingga babak belur, sebelum akhirnya polisi datang menyelamatkannya dari amuk warga.

Uniknya, nasib apes seperti ini sebenarnya bukan barang baru bagi Udin. Jauh sebelum mukanya lebam dihajar massa pasar, Udin pernah mengalami insides tak kalah tragis saat hendak membobol Masjid Sirajul Mukhtadin. Kala itu, bukannya membawa kabur uang kotak amal, Udin justru jatuh terpeleset dari lantai dua bangunan masjid hingga mengalami patah tulang.

Baca Juga: Hampir 7 Ons Sabu Disembunyikan dalam Brankas, Penghuni Barak di Sampit Diciduk Polisi

Kini, riwayat petualangan Udin Pocong di jalanan dan lorong pasar resmi tamat. Dari lantai dua masjid yang licin hingga intaian kamera CCTV di lapak sayur, langkah sang residivis akhirnya berhenti di tempat yang paling familiar baginya, balik jeruji besi. (tyo/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
udin pocong Pasar Indra Sari maling residivis pencuri