Radarsampit.jawapos.com - Saat pemiliknya lelap tertidur di daratan, dua perahu kelotok miliknya justru kabur berkelana ke tengah Sungai Mentaya dan bikin geger warga Handil Mawar
Gelombang pelan Sungai Mentaya di perairan Desa Handil Mawar, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur, siang itu berjalan seperti biasa.
Sejumlah nelayan lokal sibuk menyisir arus, mengadu peruntungan memikat ikan. Namun, kedamaian Selasa (22/9/2026) mendadak buyar saat mata para nelayan tertuju pada titik tak biasa di tengah aliran air.
Baca Juga: Mobil Mogok Ternyata Bawa Sabu, Dua Pria dalam Perjalanan Palangka Raya-Pontianak Dibekuk Polisi
Dua perahu kelotok berukuran kecil tampak melaju pelan. Bukan kecepatannya yang bikin bergidik, melainkan posisinya yang limbung tanpa arah, nyaris memotong jalur kapal besar yang tengah melintas. Jika terlambat disadar, benturan keras tinggal menunggu hitungan detik.
Curiga tak melihat bayangan manusia di atas geladak, para nelayan bergegas mendekat dan menyejajarkan perahu. Benar saja, kedua kelotok itu kosong.
Hanya ada mesin yang membisu serta seperangkat alat tangkap ikan yang tergeletak rapi, seolah baru saja ditinggalkan pemiliknya beberapa menit lalu.
Baca Juga: SAMPIT TIDAK AMAN!, Perampok Masih Berkeliaran, Keluarga Korban Ungkap Ciri-Ciri Dua Pelaku
Tanpa berpikir panjang, warga langsung menambat dan menyeret kedua perahu tak bertuan itu ke tepian sungai sebelum disambar arus atau dihantam lambung kapal besar.
Visual dua perahu "hantu" itu dengan cepat menyebar melalui rekaman video warga. Dalam sekejap, spekulasi berhembus liar di tengah masyarakat. Beragam teka-teki muncul, ke mana gerak gerik sang pemilik? Apakah mereka jatuh terlempar, atau mengalami musibah di tengah sungai?
Rasa cemas warga akhirnya luluh berganti senyum lega saat misteri itu terkuak. Tidak ada insiden berdarah, apalagi cerita mistis.
Baca Juga: Norman Dibekuk di Palangka Raya, Polisi Sita 27 Paket Sabu dengan Berat 366 Gram
Kedua kelotok tersebut rupanya terlepas dari tambatan akibat simpul tali penyikat yang memudar dihantam arus. Sementara itu, sang pemilik perahu tengah tertidur lelap di daratan, sama sekali tak menyadari kalau "alat penyambung hidupnya" sudah berkelana cukup jauh menyusuri sungai.
"Sudah diambil kembali oleh pemiliknya. Ternyata saat kejadian, pemiliknya sedang tidur dan tidak tahu kalau kelotoknya hanyut karena tali pengikat lepas," terang Kepala Desa Handil Mawar, Bahrianur ketika dikonfirmasi Radar Sampit.
Siang yang sempat diwarnai kepanikan itu pun ditutup dengan rasa syukur. Dua perahu kembali ke pangkuan pemiliknya, dan kecemasan warga Handil Mawar hanyut bersama arus sungai. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor