Radarsampit.jawapos.com - Di tengah bayang-bayang ancaman Curanmor yang kian meresahkan warga Kotawaringin Timur, sebatang besi kunci ganda kini menjadi garis pertahanan terakhir antara kendaraan kesayangan dan incaran pelaku kejahatan.
Rasa aman saat memarkir kendaraan kini menjadi barang mahal di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).
Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) memaksa jajaran kepolisian setempat memutar otak.
Bagi Kapolres Kotim yang baru, AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, kunci utama menekan angka kejahatan ini justru berawal dari hal sederhana yakni kesadaran pemiliknya sendiri.
Kadek menekankan bahwa ruang gerak pelaku Curanmor kerap terbuka akibat kelalaian warga. Memarkir kendaraan di tempat umum atau sekadar menaruhnya di halaman rumah tanpa pengamanan ekstra kerap menjadi celah empuk yang dimanfaatkan para pencuri dalam hitungan detik.
Baca Juga: Karhutla Jadi Atensi Presiden, 72 Tersangka Terancam Hukuman
Langkah Sederhana, Dampak Besar
Guna meminimalisasi risiko tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak ragu berinvestasi pada sistem pengamanan ganda. Memasang kunci pengaman tambahan yang kini marak dijual di toko-toko perlengkapan kendaraan dianggap sebagai langkah preventif yang sangat efektif.
"Aksi curanmor di Kotim sangat rawan sekali. Saya harap masyarakat bisa menambah kunci ganda pada kendaraannya," ujar Kadek saat ditemui Radar Sampit, Senin (14/9/2026).
Prinsipnya terbilang intuitif, semakin banyak lapisan pengamanan pada suatu kendaraan, semakin panjang waktu yang dibutuhkan pelaku untuk mengeksekusi aksinya. Hal ini otomatis membuat calon pencuri berpikir dua kali atau bahkan membatalkan niatnya.
Baca Juga: Tahu Motor Tanpa Surat, Ferdianto Tetap Jual Lewat Facebook, Akibatnya Masuk Bui
Pengamanan Dimulai dari Diri Sendiri
Selain menyarankan penggunaan kunci ganda, polisi juga memingatkan hal mendasar yang sering terabaikan, seperti, tidak meninggalkan kunci menggantung pada stop kontak kendaraan, memastikan stang terkunci sebelum meninggalkan motor, meski hanya sebentar dan terakhir memilih lokasi parkir yang terang dan terjangkau oleh pantauan visul atau kamera CCTV.
"Jangan sampai karena kelalaian kita, kendaraan menjadi sasaran pelaku. Pengamanan harus dimulai dari diri sendiri," tegas Kadek.
Baca Juga: Granat Berkarat Ditemukan di Belakang Masjid, Gegana Turun Tangan
Buru Pelaku hingga ke Akar-Akarnya
Di sisi lain, penegakan hukum tetap berjalan intensif. Kasatreskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso, menyampaikan bahwa jajarannya tidak tinggal diam. Tim penyidik terus melakukan penyelidikan di lapangan guna memburu kawanan pelaku curanmor yang disinyalir masih berkeliaran di wilayah Kotim.
"Masih kami lidik. Mohon doanya agar para pelaku segera diamankan," ungkap Sugiharso.
Sinergi antara kewaspadaan mandiri warga melalui kunci ganda dan tindakan tegas kepolisian diharapkan mampu menekan maraknya kasus curanmor, sekaligus mengembalikan rasa aman bagi masyarakat Sampit dan sekitarnya. (*/fm)
Editor : Farid Mahliyannor