Ketika Penumpang Pesawat Asal Sampit Turut Terdampak Letusan Anak Krakatau

Radar Sampit • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 22:17 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, yang sedang mengalami erupsi dan langsung berdampak pada dunia penerbangan. (antara/ho/kementrian ESDM)
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, yang sedang mengalami erupsi dan langsung berdampak pada dunia penerbangan. (antara/ho/kementrian ESDM)

Coba Mengubah Rute, Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Rencana pulang ke Sampit, bagi calon penumpang pesawat yang semula tinggal menunggu waktu terbang jadi berantakan, Minggu (6/9). Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat langit tak bersahabat. Akibatnya, sejumlah penerbangan dari Jakarta hingga Surabaya dibatalkan dengan batas waktu, belum ada kepastian.

-------------------------

Kondisi itu, seperti dialami Indah Rusmini. Salah satu calon penumpang pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta yang akan terbang menunu Bandara H Asan Sampit. Namun, bandara internasional yang berposisi di Tangerang, Banten itu, sementara menghentikan operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.

Penutupan yang semula dijadwalkan pukul 06.00 hingga 09.30 WIB, namun kembali diperpanjang sampai pukul 13.30 WIB dan kemudian menunggu situasi aman.

Indah pun tak punya banyak pilihan. Pekerjaan di Sampit sudah menunggunya. Ia pun mencoba memutar haluan. Rela mengejar pesawat untuk penerbangan Surabaya-Sampit.

Bagi Indah, abu vulkanik bukan lagi sekadar kabar tentang aktivitas gunung api.Ia pun mendapat cerita dari keluarganya di Depok bahwa abu vulkanik terlihat cukup tebal di kawasan tersebut.

“Abu-abunya memang sudah lumayan tebal sampai ke Depok. Karena angin, abu itu masuk sampai ke area Bandara Soekarno-Hatta dan sekitarnya,” sebut Indah.

Tak ada kepastian di Bandara Soekarno-Hatta, ia pun menempuh Jakarta-Surabaya dengan kereta api. Biasanya, jarak tempuh perjalanan kereta api reguler dari Jakarta ke Surabaya berkisar antara 720 hingga 784 kilometer, dengan waktu tempuh reguler sekitar 7 jam 45 menit hingga 10 jam 30 menit.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Dibatalkan Sementara

Dampak serupa juga dirasakan di Bandara Halim Perdanakusuma.Langit yang tertutup abu membuat perjalanan udara harus ditunda. Pesawat yang seharusnya mengantar penumpang ke berbagai daerah terpaksa tetap berada di darat.Sementara itu, penumpang bergerak mencari jalan masing-masing. Ada yang menunggu. Ada yang mengurus refund. Ada pula yang seperti Indah, memilih memutar haluan.

Indah awalnya mencoba mendapatkan tiket kereta api dari Stasiun Gambir. Namun, tiket menuju Surabaya sudah ludes. Pasalnya, banyak penumpang terdampak penutupan bandara melakukan hal serupa.

“Saya tidak dapat tiket di Stasiun Gambir karena sudah penuh. Tiket sudah habis terjual. Akhirnya saya bergeser ke Pasar Senen,” tuturnya.

Setelah berpindah ke Stasiun Pasar Senen, ia akhirnya mendapatkan tiket kereta untuk keberangkatan sekitar pukul 17.00 WIB. Sebagian besar jadwal menuju Surabaya juga sudah dipenuhi penumpang.

“Saya memang harus pulang karena terkait pekerjaan. Jadi mau tidak mau saya ambil inisiatif naik kereta,” papar Indah.

Dirinya mengaku sudah mengetahui kabar erupsi Gunung Anak Krakatau sejak malam sebelumnya, dari informasi yang telah beredar. Namun, saat itu belum ada kepastian penerbangan Jakarta-Sampit akan dibatalkan.

“Sebetulnya mulai bereaksi itu dari semalam. Sudah ada berita tentang erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi belum ada informasi penerbangan dibatalkan atau cancel,” terang Indah.

Kepastian baru datang setelah maskapai dan pengelola bandara menyampaikan penerbangan tidak dapat dilakukan. Tak ada pengalihan penerbangan ke bandara lain. Penumpang diarahkan mengurus pengembalian dana atau refund penuh.

Bagi Indah, refund bukan solusi utama. Maka ia pun tetap gigih menempuh perjalanan panjang yang disusun sendiri.Kereta menuju Surabaya. Kemudian pesawat menuju Sampit.

Beruntung, tiket penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara H Asan Sampit untuk keesokan harinya berhasil ia dapat. “Alhamdulillah sudah dapat untuk penerbangan besok (red: hari ini) dari Juanda Surabaya ke Bandara H Asan Sampit,” ujarnya.

Ia memilih maskapai Wings Air, karena pesawat tersebut berbasis di Bandara Juanda dan melayani rute langsung menuju Sampit.

Sementara itu di Sampit, PIC CAPT Bandara H Asan Sampit Alfiansyah membenarkan dua rute penerbangan terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9).Super Air Jet nomor IU350/IU351 rute Jakarta-Sampit-Jakarta dibatalkan. Begitu pula Nam Air nomor IN242/IN243 rute Surabaya-Sampit-Surabaya.

“Untuk hari ini (red: kemarin) terdapat dua rute yang mengalami pembatalan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Super Air Jet rute Jakarta-Sampit PP dan Nam Air rute Surabaya-Sampit PP,” terangnya.

Menurutnya, pembatalan merupakan langkah antisipasi terhadap potensi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Khusus Nam Air, pembatalan juga berkaitan dengan rotasi pesawat.Pesawat yang sama sebelumnya dijadwalkan melayani rangkaian rute Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya-Sampit. Ketika penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalan Bun dibatalkan, rangkaian penerbangan berikutnya ikut terdampak.

Sementara itu, untuk penerbangan Senin (7/9/2026), kepastian masih menunggu informasi dari Jakarta. “Untuk penerbangan besok (red: hari ini), kami masih menunggu informasi dari Jakarta,” tegas Alfiansyah.

Terpisah, terganggunya jadwal penerbangan juga menjalar ke Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Informasi dihimpun, hingga Minggu (6/9) siang, sebanyak 42 penerbangan dibatalkan.

Keterangan General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengungkapkan , aktivitas erupsi lebih dulu memengaruhi operasional Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Radin Inten II Lampung.

Penyesuaian operasional di sejumlah bandara itu pun membuat konektivitas dan rotasi pesawat ikut terganggu. Efek domino itu akhirnya memengaruhi sebagian penerbangan di Bandara Juanda.

Pihak bandara pun melakukan koordinasi dengan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyesuaikan operasional.Penumpang yang terdampak juga mendapat layanan pemulihan berupa makanan ringan dan minuman. Sementara itu, Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service, terus disiagakan di terminal untuk membantu memberikan informasi kepada penumpang.(ktr-2/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
gunung anak krakatau naik kereta jakarta erupsi surabaya