
-----------------------------------
Berjudul “Lihat Negeriku”, lagu besutan Far Production ini lahir dari rahim keprihatinan mendalam. Diinisiasi oleh dua pemuda berbakat Kotawaringin Timur, Abe Abraham dan Rio Permadi, karya yang awalnya menghentak pada 2019 itu kini lahir kembali dengan napas baru pada 2026. Sentuhan aransemen yang lebih segar dipadu karakter vokal Tiara Greshinta dan Indiesa Geovany membuat pesan yang disampaikan kian menusuk kalbu.
Bagi Abe Abraham, lagu ini bukan sekadar pamer olah vokal. Ini adalah corong kebenaran dari tanah Borneo, sebuah pesan terbuka yang dikirim langsung ke meja pusat agar para pemangku kebijakan tidak menutup mata terhadap penderitaan warga lokal.
“Lagu ini dibuat untuk dilihat dan didengar pemerintah pusat bahwa kondisi Kalimantan sekarang. Dengan adanya lagu ini, kami juga ingin memberikan support kepada relawan pemadam kebakaran yang sudah berjuang melawan api yang sangat luar biasa,” ujar Abe dengan nada berapi-api.
Di garis depan pertempuran melawan si jago merah, para relawan bertaruh nyawa tanpa kenal lelah. Asap pekat dan panasnya bara api menjadi santapan sehari-hari. Sadar akan beratnya medan juang tersebut, Rio Permadi merasa terpanggil untuk menyumbangkan tenaga lewat karya cipta.
“Semoga lagu ini bisa mewakili teman-teman dan memberikan semangat kepada para relawan untuk melawan kobaran api yang luar biasa,” tutur Rio penuh harap.
Suara-suara ketulusan itu kian bergemuruh lewat penghayatan sang penyanyi, Tiara Greshinta. Meski tak memegang selang pemadam atau berjibaku langsung di titik-titik hotspot, Tiara menggunakan suaranya sebagai perisai emosional bagi tanah kelahirannya.
“Saya merasa bangga karena dengan lagu ini kami bisa menyuarakan bahwa kondisi Kalimantan memang sedang berduka. Walaupun tidak ikut memadamkan api secara langsung, setidaknya saya bisa bersuara melalui karya ini,” ucap Tiara, yang merupakan alumni SMAN 1 Cempaga dan sedang kuliah di Yogyakarta itu, saat ditemui Radar Sampit.
Air mata dan kebanggaan yang sama turut dirasakan Indiesa Geovany. Gadis berdarah Kotim alumni Universitas Sebelas Maret ini mengaku lirik lagu tersebut mewakili jeritan batin masyarakat yang lelah melihat paru-paru dunia hangus dilalap jilat api dari tahun ke tahun.
“Saya merasa bangga dan haru bisa membawakan lagu ini. Menurut saya, lagu ini sesuai dengan isi hati dan keluh kesah selama ini dengan kondisi Kotawaringin Timur yang sangat memprihatinkan,” ungkap Indiesa dengan mata berkaca-kaca.
Lewat alunan “Lihat Negeriku” yang kini bisa disaksikan di platform YouTube, lagu ini adalah pengingat abadi bahwa di balik musibah karhutla, masih ada tangan-tangan tulus para relawan dan suara-suara pemuda Kotim yang tak pernah lelah merawat bumi (bri/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama