Stadion Kanjuruhan, Malang, bakal menjadi panggung pertama Isenmulang Kalteng FC di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Jumat (4/9) mulai Pukul 15.30 WIB, tim yang bermarkas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) ini akan menjalani laga debutnya di Super League 2026/2027.
-----------------
Tekanan puluhan ribu pasang mata, nama besar lawan, serta atmosfer Kanjuruhan bakal menjadi bagian dari ujian pertama Isenmulang di kasta tertinggi. Lawan yang dihadapi bukan sembarang tim. Arema FC, klub yang sudah kenyang pengalaman di kompetisi level teratas, siap menjadi ujian pertama bagi pendatang baru dari Bumi Tambun Bungai.
Namun, Isenmulang tak datang untuk sekadar memenuhi jadwal pertandingan.Ada target yang dibawa dari Bumi Tambun Bungai, yakni poin penuh.
Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya menegaskan, skuadnya sudah dipersiapkan untuk menghadapi kerasnya persaingan kasta tertinggi. Sejumlah laga uji coba melawan tim-tim Liga 1 menjadi bagian dari proses pematangan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Baca Juga: Isen Mulang Kalteng FC Tunjuk Mundari Karya jadi Pelatih Kepala, Ade Suhendra Jadi Asisten
“Kami sudah menjalankan semua persiapan, termasuk beberapa kali uji coba dengan Persita, Dewa United, dan beberapa tim Liga 1 lainnya. Melihat kekuatan tim saya, saya yakin besok kami bisa mencuri poin atau bahkan memenangkan pertandingan,” kata Mundari dalam pre-match press conference, Kamis (3/9).
Pelatih senior yang juga pernah melatih Barito Putra itu, baru diresmikan pada 1 September lalu menggantikan Ade Suhendra, yang masih menjalani kursus lisensi kepelatihan AFC Pro.
Proses lisensi tersebut belum selesai. sehingga Isen Mulang Kalteng FC mendaftarkan Mundari Karya sebagai pelatih untuk memenuhi regulasi Super League.Menariknya, Ade sebenarnya adalah menantu Mundari Karya.
Bagi Mundari, perjalanan Isenmulang menuju Liga 1 bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam. Klub tersebut dibangun secara bertahap. Dari Liga 3, kemudian naik ke Liga 2, hingga akhirnya berhasil menembus kasta tertinggi.
“Isenmulang Kalteng FC adalah salah satu tim yang mempunyai DNA yang sangat baik karena tim ini dibentuk dari Liga 3, naik ke Liga 2, dan kemudian lolos ke Liga 1. Saya pikir ini sangat positif karena klub ini mempunyai ide yang bagus dalam berkompetisi,” ujarnya.
Tetapi, Mundari tahu betul, Liga 1 bukan Liga 2. Level permainan, tekanan pertandingan, hingga kualitas pemain membuat tantangannya jauh berbeda.Salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah menyatukan pemain lokal dengan legiun asing.
Mayoritas pemain lokal Isenmulang merupakan bagian dari skuad yang mengantarkan klub promosi. Sementara sebagian besar pemain asing didatangkan dari luar Indonesia dan belum pernah merasakan atmosfer kompetisi tanah air.
Hanya Léo Lelis dan Douglas Cruz yang sebelumnya memiliki pengalaman bermain di Indonesia.
“Jadi yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa cepat beradaptasi dengan kompetisi ini,” tegas Mundari.
Adaptasi menjadi kata penting menjelang laga perdana. Sebab, Arema memiliki keuntungan dari sisi pengalaman. Sementara Isenmulang harus membuktikan bahwa status sebagai tim debutan bukan berarti mudah ditaklukkan.
Uji coba menghadapi sejumlah klub Liga 1 setidaknya sudah memberikan gambaran kepada Isenmulang mengenai kerasnya persaingan yang akan mereka jalani sepanjang musim.
Mundari yakin, jika anak asuhnya mampu tetap tenang, disiplin menjalankan strategi, dan melewati tekanan pertandingan, peluang membawa pulang poin tetap terbuka.
Optimisme serupa datang dari gelandang Isenmulang Kalteng FC, Makan Konate. Pemain ini bukan orang asing bagi Arema. Konate pernah menjadi bagian dari skuad klub berjuluk Singo Edan itu.
Namun, Konate memastikan pengalaman masa lalu tidak membuatnya gentar menghadapi mantan klubnya. Bersama rekan-rekannya, dia siap menjalankan instruksi pelatih.
“Kami tahu Arema adalah tim yang sudah lama bermain di Liga Super. Kami datang ke Malang untuk mencari poin. Semua pemain sudah siap dan besok kami akan menjalankan strategi yang diberikan pelatih untuk bermain maksimal,” ujar Konate.
Ada satu target yang ingin diwujudkan Konate bersama Isenmulang dalam debut bersejarah tersebut.
“Targetnya supaya kami bisa mendapatkan poin penuh melawan Arema besok,” tegasnya, Kamis (3/9) kemarin.
Sementara di kubu tuan rumah, Arema memiliki persiapan yang relatif lebih matang.Tak banyak perubahan besar terjadi dalam tubuh tim. Marcos Santos masih dipercaya menangani tim sejak musim sebelumnya.
Arema juga sudah mendapat pengalaman bertanding menghadapi sejumlah klub besar dalam turnamen pramusim Piala Presiden. Meski gagal meraih posisi lebih tinggi setelah kalah dalam perebutan tempat ketiga, laga menghadapi Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta menjadi bagian dari proses persiapan.
Hasilnya memang belum menggembirakan. Arema kalah dalam tiga pertandingan tersebut.
Namun, setelah Piala Presiden, Singo Edan mampu bangkit dalam dua laga uji coba. Menghadapi RANS Nusantara dan Deltras, Arema meraih kemenangan dengan skor identik 2-0.
Modal itu tentu membuat kepercayaan diri tuan rumah meningkat.Tetapi Marcos Santos tak ingin menganggap laga perdana sebagai pertandingan yang mudah.
Baginya, pertandingan pertama selalu menyimpan tekanan tersendiri. Tak peduli siapa lawannya dan seberapa matang persiapan yang sudah dilakukan.
“Setiap laga pertama di kompetisi apa pun, selalu menjadi laga yang berat, baik itu di piala domestik maupun liga,” kata Marcos Santos dikutip dari laman resmi I.League.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama