Api Karhula Menyasar Kawasan Perbukitan di Kabupaten Lamandau,Sudah Dua Bukit Hutan Tropis Terbakar

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB
Asap karhutla yang muncul di Bukit Nolungan di Kecamatan Bulik Timur sejak Jumat (28/8), dan sulit untuk dipadamkan melalui jalur darat karena sulitnya medan.(istimewa)
Asap karhutla yang muncul di Bukit Nolungan di Kecamatan Bulik Timur sejak Jumat (28/8), dan sulit untuk dipadamkan melalui jalur darat karena sulitnya medan.(istimewa)

Belum reda kekhawatiran meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Sebayan di Kecamatan Delang, api kembali muncul di areal perbukitan lainnya di Kabupaten Lamandau. Kali ini, Bukit Nolungan di Kecamatan Bulik Timur, terancam hangus dilalap api.

-------------------------

Bukit yang selama ini terisolasi dan jarang dijamah warga itu, mulai muncul asap kebakaran. Sejak Jumat (28/8), api terus merayap di antara kawasan berbatu dan tanah kering di lereng-lereng. Hingga Sabtu (29/8), luas lahan yang terbakar diperkirakan telah melampaui 20 hektare dan masih berpotensi bertambah.

Bagi petugas di lapangan, Bukit Nolungan bukan medan yang mudah ditaklukkan. Kontur berbatu, jalur terjal, dan sulitnya akses membuat upaya pemadaman melalui jalur darat menghadapi tantangan berat.

Camat Bulik Timur Nozul mengakui, hingga Sabtu siang, kepulan asap masih terlihat dari lokasi kebakaran. Api pun belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

“Masih berasap posisinya sekarang. Adapun luasannya kemungkinan sudah lebih dari 20 hektare. Kita kewalahan karena lokasi bukit berbatu dan terjal, sementara upaya penanganan masih dilakukan pihak desa bersama perusahaan terdekat,” ujar Nozul saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Kekhawatiran semakin besar setelah api mulai merembet keluar dari kawasan bukit. Kobaran yang terus bergerak dikhawatirkan mengancam lahan-lahan produktif milik masyarakat.

Baca Juga: Bukit Sebayan Terbakar, Hutan Lindung Terancam. Sekda Lamandau : Bantuan Udara Dibutuhkan!

“Bahkan merembet menyeberang ke kebun pribadi warga,” tutur Nozul.

Sementara itu, tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri menghadapi kesulitan untuk menjangkau titik-titik api utama. Jarak dan kondisi medan membuat pergerakan personel serta peralatan pemadaman tidak bisa dilakukan dengan leluasa.

Situasi tersebut membuat penanganan dari udara dinilai menjadi pilihan yang paling memungkinkan.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra pun menyampaikan keprihatinannya atas kembali meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Menurut dia, kondisi Bukit Nolungan membutuhkan penanganan khusus karena titik kebakaran tidak dapat dijangkau secara maksimal melalui jalur darat.

“Kondisi kebakaran kembali terjadi di Bukit Nolungan yang memang tidak bisa kita jangkau melalui jalur darat. Penanganannya harus memobilisasi dan mengandalkan helikopter water bombing,” ungkapnya.

Di tengah keterbatasan akses tersebut, petugas gabungan bersama masyarakat setempat terus berupaya menahan laju api. Mereka berpacu dengan waktu agar kobaran tidak semakin meluas menuju permukiman maupun perkebunan masyarakat.

Sementara itu sebelumnya, kawasan Bukit Sebayan di Kecamatan Delang juga dilanda kebakaran, sekitar pekan lalu.

Kebakaran di Bukit Sebayan bahkan sempat mengancam kawasan hutan yang masih memiliki vegetasi hutan hujan tropis alami. Aparatur kecamatan, pemerintah kelurahan dan desa, kepolisian, TNI, hingga Damang Kepala Adat turun untuk memantau kondisi dan mencari cara melakukan penanganan.

Namun, seperti halnya Bukit Nolungan, sulitnya medan menjadi persoalan utama.

Camat Delang Srijinggo mengungkapkan, lokasi kebakaran sangat sulit dijangkau karena tidak tersedia akses jalan menuju titik api.

“Lokasinya sulit dijangkau karena tidak ada jalan. Diperkirakan lebih dari lima kilometer dari jalan utama,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah kecamatan meminta bantuan Pemkab Lamandau agar pemadaman dapat dilakukan melalui jalur udara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau Irwansyah pun meminta titik koordinat lokasi kebakaran, agar segera disampaikan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi.

“Dari foto udara yang ada saat ini tidak ada aktivitas masyarakat, dilaporkan api semakin membesar. Kita juga telah membuat laporan dan meminta bantuan ke BPBDPK Provinsi Kalteng malam ini untuk minta bantuan udara,” pungkasnya. (mex/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
hutan tropis Kecamatan Bulik Timur perbukitan Kecamatan Delang karhutla