Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perhatian Pemerintah untuk SDN 1 Batu Belaman, Agar Murid Tak Lagi Lesehan saat Belajar

Syamsudin Danuri • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19 WIB
Proses belajar mengajar di SDN 1 Batu Belaman, yang berlangsung secara lesehan akibat keterbatasan ruang kelas.(syamsudin/radarsampit)
Proses belajar mengajar di SDN 1 Batu Belaman, yang berlangsung secara lesehan akibat keterbatasan ruang kelas.(syamsudin/radarsampit)

Penambahan Ruang Kelas Ditarget mulai 2027

Murid SDN 1 Batu Belaman, di  Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat  (Kobar) terpaksa lesehan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Kondisi itu terjadi sejak tahun ajaran 2025. Sekolah ini kekurangan empat ruang kelas.

==========

Kekurangan ruang kelas dan meubelair di SDN 1 Batu Belaman, telah dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat sejak dua hari terakhir.

Anggota Komisi A DPRD Kobar, Rosad mengungkapkan, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah agar segera memenuhi kebutuhan ruang belajar di sekolah tersebut. Pernyataan itu disampaikannya saat dimintai tanggapan, Jumat (17/7), terkait kondisi murid yang masih belajar secara lesehan.

"Saya bersama Bapak Anuar dari Komisi A DPRD Kobar sudah beberapa kali berkomunikasi dengan kepala sekolah, termasuk meninjau langsung ke lokasi. Alhamdulillah, dalam dua hari terakhir persoalan ini sudah dibahas bersama Disdikbud dan pemerintah daerah," ujar Rosad.

Menurutnya, berdasarkan hasil pembahasan, penambahan ruang kelas direncanakan masuk dalam alokasi anggaran tahun 2027. "Informasi dari Disdikbud saat rapat, tahun 2027 aman. Ini akan terus kami kawal," tegas Rosad.

Ketua Komisi A DPRD Kobar Muhammad Isro Wahyudin, juga meminta agar kebutuhan ruang belajar di SDN 1 Batu Belaman menjadi perhatian serius sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Kobar M Alamsyah, belum bisa memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui telepon hingga berita ini diterbitkan.

Baca Juga: Tanpa Meja dan Kursi, Puluhan Murid SDN 1 Batu Belaman Terpaksa Belajar Lesehan

Terpisah, Kepala SDN 1 Batu Belaman, Nur Asiah, mengatakan kegiatan belajar mengajar secara lesehan di ruang tanpa sekat telah berlangsung sejak tahun ajaran 2025. Awalnya kondisi tersebut hanya dialami dua rombongan belajar (rombel), yakni kelas 2A dan 2B. Pada tahun ajaran ini, kelas 1B juga menggunakan ruang yang sama, sedangkan kelas 1A memanfaatkan ruang guru sebagai ruang belajar.

"Seharusnya kami memiliki 12 ruang kelas, tetapi saat ini baru tersedia delapan. Artinya, kami masih membutuhkan empat ruang kelas baru," katanya.

Bangunan yang kini digunakan sebagai ruang belajar awalnya dibangun secara swadaya melalui komite sekolah sebagai tempat latihan menari dan kegiatan murid lainnya. Bangunan tersebut semula hanya beratap tanpa dinding. Setelah difungsikan sebagai ruang kelas, dinding dipasang, tetapi belum memiliki sekat antarkelas. Sementara itu, ruang perpustakaan kini dimanfaatkan sebagai ruang guru.

Menurut Nur Asiah, kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar kurang efektif karena suara dari kelas lain saling mengganggu."Anak-anak menjadi kurang tertib karena ruangannya tidak disekat sehingga konsentrasi belajar terganggu. Namun, inilah kondisi yang kami hadapi," ungkapnya.

Ia menambahkan, para orang tua di desa setempat tetap menyekolahkan anak-anak mereka di SDN 1 Batu Belaman karena lokasi sekolah lain cukup jauh. Sejak awal mereka telah memahami keterbatasan ruang kelas sehingga tetap menerima kondisi tersebut.

Nur Asiah juga mengungkapkan, rencana pembangunan ruang kelas baru sebenarnya sudah muncul sejak 2022. Saat itu telah dilakukan pengukuran lahan, tetapi hingga kini belum terealisasi. "Untuk lahan masih mencukupi. Masih luas dan memungkinkan dibangun ruang kelas baru," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah segera merealisasikan pembangunan ruang kelas beserta mebelair karena kebutuhan tersebut dinilai sangat mendesak. Menurutnya, belakangan ini sejumlah pihak, baik dari Disdikbud kabupaten, Disdikbud provinsi, maupun DPRD Kotawaringin Barat, telah melakukan koordinasi dan meninjau langsung kondisi sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Belaman, Mahmudin, mengatakan pertumbuhan penduduk di wilayahnya meningkat cukup pesat seiring bertambahnya kawasan perumahan. Dirinya memperkirakan terdapat lebih dari lima pengembang yang membangun puluhan unit perumahan di Desa Batu Belaman.

Menurutnya, desa tersebut berada di jalur utama menuju Kecamatan Kumai sehingga menjadi kawasan yang strategis dan relatif dekat dengan Kota Pangkalan Bun. Ia menambahkan, pernah muncul wacana pembangunan sekolah baru di wilayah tersebut, namun terkendala ketersediaan lahan. Jika tersedia, lokasinya diperkirakan jauh dari permukiman warga. (sam/tyo/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
lesehan murid sd Desa Batu Belaman ruang kelas Kecamatan Kumai