Jumat (2/1) pagi, suasana Jalan Haji Imran Kecamatan MB Ketapang Sampit tak seperti biasa. Belasan warga terlihat memegang cangkul mengaduk material semen dan pasir. Mereka bergotong royong menutup lubang di jalan yang selama sebulan terakhir menjadi ancaman bagi pengendara.
-------------------
Sejumlah lubang menganga di sekitar Jalan Haji Imran, Kelurahan Ketapang, akhirnya ditutup. Sebelumnya, kerusakan jalan itu sampai tiga kali memicu kecelakaan lalu lintas tunggal.
Warga pun menyikapi itu bersama pemerintah kecamatan, melakukan perbaikan secara swadaya. Perbaikan tersebut juga merupakan tindak lanjut laporan warganet di media sosial yang menyoroti kondisi jalan rusak dan membahayakan pengguna jalan.
“Kegiatan perbaikan ini kami laksanakan sebagai tindak lanjut laporan warga di media sosial. Kerusakan di Jalan Haji Imran memang perlu segera diperbaiki karena sudah membahayakan,” kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Irfansyah, Jumat (2/1).
Dirinya juga terlihat turun langsung ke lapangan bersama sekitar 15 orang yang menjadi relawan spesialis penambal jalan. Lima titik lubang dengan kondisi rusak parah dicor semen di sepanjang sekitar 20 meter badan jalan.
“Ada lima titik jalan berlubang dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Jarak antarlubang bervariasi, ada yang tiga sampai lima meter,” ungkap Irfansyah.
Menurut keterangan warga, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Selama itu pula, tercatat sedikitnya tiga kali kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal.
“Informasi dari warga, laka tunggal sudah terjadi tiga kali. Saat hujan, lubang tertutup genangan air sehingga pengendara tidak menyadari kedalamannya dan akhirnya terjatuh,” papar mantan lurah ini.
Tak ingin korban kembali berjatuhan, Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang bersama pemerintahKelurahan Ketapang dan warga sepakat melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Dana pun dikumpulkan bersama untuk membeli material.
“Dananya hasil urunan. Dari kecamatan, kelurahan, dan warga. Kami membeli dua tosa pasir, lima sak semen, dan sepuluh sak batu koral. Pekerjaan dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB,” terang Irfansyah.
Selama proses pengerjaan, arus lalu lintas tetap berjalan lancar dilewati pengendara di sisi kanan jalan. Setelah pengecoran selesai, lokasi diperbaiki diberi tanda agar tidak dilintasi sementara waktu.
“Setelah dicor, kami pasang tanda. Harapannya besok sudah bisa dilewati. Tapi karena sore tadi hujan, besok akan kami pantau lagi. Mudah-mudahan coran cepat kering,” lanjutnya.
Irfansyah juga mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas, terutama saat hujan turun.
“Jalan berlubang sering tertutup genangan air. Kelihatannya dangkal, ternyata cukup dalam dan berisiko menyebabkan laka tunggal. Kami minta pengendara mengurangi kecepatan,” imbaunya.
Kemudian untuk penanganan selanjutnya, Irfansyah menegaskan persoalan jalan berlubang tersebut akan diusulkan secara resmi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, yang diagendakan pada Januari 2026 ini.
“Perbaikan ini sifatnya sementara. Untuk penanganan permanen akan kami sampaikan ke Pemkab Kotim. Yang terpenting, saat ini lubang-lubang berbahaya sudah kami tutup agar tidak lagi memakan korban,” pungkasnya. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama