Ajak Umat Kristiani Jauhi Pinjol, Judol dan Narkoba
Perayaan Natal Tahun 2025 menjadi momentum refleksi bagi umat Kristiani untuk memperkuat iman sekaligus komitmen moral dalam menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks.Umat Kritiani di Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga, turut memaknai perayaan hari besar yang dipusarkan di Gereja Eka Kapakat, Sabtu (13/12).
________________________
Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema ini ditetapkan sebagai pesan rohani dan sosial bagi umat Kristiani di Indonesia untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi iman, kasih, dan ketahanan menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dalam perayaan Natal di Gereja Eka Kapakat Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga, Sabtu (13/12) Pendeta Nike Anggaraini dalam khotbahnya berpesan agar umat menjauhi pinjaman online (pinjol), judi online (judol) dan narkoba.
Menurutnya perayaan Natal tahun ini menegaskan pentingnya peran gereja dan keluarga dalam melindungi generasi muda dari ancaman perilaku merusak masa depan.
“Pesan Natal juga relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana banyak keluarga menghadapi persoalan seperti kemiskinan, kecanduan narkoba, maraknya judi online dan pinjaman online, hingga konflik rumah tangga. Kehadiran Allah diyakini menjadi sumber kekuatan untuk menyelamatkan, memulihkan, dan meneguhkan keluarga agar tetap utuh dan harmonis,” ujar Pendeta Nike Anggaraini.
Dirinya juga mengingatkan bahwa narkoba dan judi online telah menjadi ancaman serius yang merusak mental, ekonomi, serta keharmonisan keluarga. Maraknya pinjol dan judol saat ini tidak dapat dilepaskan dari tekanan kebutuhan hidup serta gaya hidup hedonis yang semakin kuat.
“Kemudahan akses teknologi, di mana seluruh layanan berada dalam genggaman, membuat banyak orang tergoda mengambil jalan pintas tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.Ini merupakan salah satu dari pesan Natal tahun 2025 yang hendaknya menjadi refleksi kita semua,” papar Pendeta Nike Anggaraini.
Menurutnya pinjaman online kerap bermula dari kebutuhan mendesak. Namun kemudian berkembang menjadi jerat utang karena tuntutan gaya hidup dan keinginan menyamai standar hidup orang lain. Kondisi ini berujung pada tekanan ekonomi, terkurasnya harta benda, serta munculnya konflik berkepanjangan di dalam keluarga.
Begitu pula judi online. Pendeta Nike Anggaraini menegaskan judol itu bersifat adiktif, karena iklannya sering muncul secara terus-menerus melalui berbagai platform digital. Ketergantungan hal ini perlahan menghabiskan keuangan keluarga, merusak kepercayaan, dan memicu pertengkaran yang pada akhirnya dapat berujung pada perceraian.
Pendeta Nike Anggaraini juga menyoroti dampak lanjutan dari krisis keluarga akibat pinjol dan judol, yaitu meningkatnya perselingkuhan. Ketidakpuasan dalam hubungan rumah tangga, tekanan ekonomi, serta hilangnya keharmonisan sering kali menjadi pemicu pelanggaran kesetiaan, yang bertentangan dengan nilai iman dan kasih dalam pernikahan.
Melalui pesan Natal 2025 ini, dirinya dan gereja mengajak umat untuk kembali membangun kehidupan yang berlandaskan iman, kesetiaan, dan pengelolaan hidup yang bijak. Nike menegaskan, Natal dipahami bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan panggilan untuk pembaruan hidup dan pemulihan relasi, baik dengan Tuhan maupun sesama.
Apa yang dia sampaikan, sejalan dengan upaya pencegahan narkoba, pemberantasan judi online, serta edukasi literasi keuangan masyarakat. Sinergi antara gereja, keluarga, dan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan masyarakat yang sehat, berkarakter, dan bermartabat.
"Dengan semangat Natal 2025, umat Kristiani diharapkan mampu menjadi terang dan teladan di tengah masyarakat, menolak narkoba, pinjol, dan judi online, serta menjaga keutuhan keluarga sebagai wujud nyata iman dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Pendeta Nike Anggaraini. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama