Sudah 98,29 Penduduk Ber KTP, Berharap Pelayanan semakin Meningkat
Capaian target pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur, tak lepas dari peran Agus Tripurna Tangkasiang, kepala dinas sebelumnya. Tujuh tahun lebih, ia dipercaya menuntaskan banyak persoalan pelayanan administrasi kependudukan.
HENY, Sampit
Di ruang layanan yang tidak begitu luas di Kantor Disdukcapil Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada para pegawai setempat yang sudah bekerja bersamanya selama lebih dari tujuh tahun.
"Terima kasih kepada Pak Bupati Kotim (Halikinnor) yang sudah mempercayakan jabatan sebagai Kepala Disdukcapil selama 7 tahun 1 bulan 12 hari. Saya sangat berterima kasih atas kerjasama semua bidang beserta staf di Disdukcapil Kotim," ucapnya saat serah terima jabatan di Kantor Disdukcapil Kotim, Selasa (18/11).
Sebelum menyerahkan estafed kepemimpinan kepada Wiyono. Agus tak hanya berpamitan, namun juga mengungkap kilas balik perjalanan sejak ia dilantik 2 Oktober 2018.Hari itu ia dihadapkan pada tumpukan pekerjaan rumah (PR) sebanyak 17.000 Print Ready Record (PRR), data KTP elektronik yang sudah siap cetak namun belum tercetak.
Dengan dukungan kerjasama dan kekompakan bersama semua bidang dan staf di Disdukcapil Kotim serta dibantu Disdukcapil Kalteng, target zero PRR bisa diselesaikan di tahun 2019.
"Setelah difilter kembali, dari 17.000 data PRR itu, data realnya 15.000 PRR dan semua dicetak selesai di tahun 2019. Reborn ditanggung gratis oleh Kemendagri, kami hanya membayar Rp4.200 per keping menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sehingga zero PRR bisa tercapai sesuai target," ujarnya.
Di saat bersamaan, Kotim juga tengah mengalami krisis blangko. Lebih dari 30.000 warga hanya memegang surat keterangan sementara sebagai pengganti KTP-el. Situasi yang sempat memicu keluhan masyarakat ini perlahan pulih.
"Tahun ini, jumlah blangko tersisa 4.007 keping, cukup untuk menutup kebutuhan hingga akhir tahun," tegas Agus.
Dimasa awal kepemimpinannya, Agus juga memutus mata rantai jasa calo pembuatan KTP yang melibatkan orang dalam.
"Untuk apa memakai jasa calo kalau semua bisa dilakukan sendiri. Birokrasi layanan yang berbelit, dipermudah lebih transparan. Masyarakat yang mengajukan permohonan adminduk bisa mengurus sendiri, tanpa harus membayar calo," imbuhnya.
Selama ia menjabat hingga diakhir masa jabatannya, Agus selalu berkantor di ruang layanan. Meskipun sudah ada 10 operator yang melayani masyarakat di front office dan 5 operator yang melayani permohonan berkaitan dengan adminduk desa di ruang belakang tempatnya bekerja.
Agus jarang sekali meninggalkan kantor sebelum waktunya pulang bekerja terkecuali saat jemput bola layanan ke pelosok desa. Bahkan, waktu istirahat ia lebih sering beristirahat di kantin kantor.“Dari 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim, sepertinya hampir semua sudah saya kunjungi saat jemput bola pelayanan ke pelosok desa,” ungkapnya.
Dirinya mengaku, pernah berharap tetap bisa menjabat sebagai Kepala Disdukcapil Kotim sampai masa pensiun September 2028 berakhir. Namun, Jumat, 14 November 2025 ia dilantik Bupati Kotim Halikinnor mengisi jabatan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim.
Ia pun menerima amanah tugas dengan jabatan yang baru. Namun, justru pegawai di Disdukcapil Kotim lah yang merasa kehilangan, tak kuasa menahan tangis saat apel terakhir di kantor Disdukcapil Kotim.
Di bawah kepemimpinannya, Disdukcapil Kotim juga meraih penghargaan. Disdukcapil Kotim masuk peringkat 12 nasional untuk kategori perekaman tergiat, dengan capaian 102 persen pada tahun 2024.
Namun keberhasilan tidak datang tanpa tantangan. Capaian perekaman KTP-el yang sempat menyentuh 97,87 persen terpental kembali setelah terjadi lonjakan penduduk. Semester I 2024, jumlah warga bertambah lebih dari 11.000 jiwa dan semester II 2025, bertambah lagi lebih dari 5.000 jiwa.
Kini capaian perekaman berada di angka 98,29 persen dari 331.186 penduduk wajib KTP. Secara statistik, angka persentase ini tinggi. Tetapi target nasional tetap menuntut 99 persen.
"Saat ini total penduduk Kotim mencapai 460.064 jiwa. Setelah kami evaluasi, ketidaktercapaian target ini lebih banyak dipengaruhi tidak serta merta karena perpindahan penduduk, tetapi juga pemisahan KK, warga yang belum mengurus adminduk dan diiringi dengan pertambahan angka kelahiran anak," papar Agus Tangkasiang.
Kendala serupa terjadi pada Kartu Identitas Anak (KIA). Target nasional 60 persen baru tercapai 47,27 persen. Banyak orang tua menganggap akta kelahiran anak belum terlalu mendesak. Padahal tanpa itu, KIA tidak bisa dibuat.Sementara untuk Identitas Kependudukan Digital (IKD), capaian masih jauh di bawah target. Dari target 99.556 jiwa atau 30 persen, baru tercapai 17,31 persen.
"Ini karena tidak semua warga memiliki handphone android, dan sebagian lagi khawatir data mereka dibobol setelah maraknya penipuan yang mengatasnamakan Dukcapil untuk aktivasi IKD, minta transfer uang sampai kekhawatiran uang di rekening dikuras oleh penipu," ujarnya.
Disisi lain, beberapa layanan mencatat hasil menggembirakan. Akta kematian mencapai 100 persen. Akta kelahiran 48,39 persen, akta perceraian 65 persen, dan akta perkawinan 55,63 persen.
Sebelum Agus melepas estafed kepemimpinan kepada Wiyono sebagai Kepala Disdukcapil Kotim yang baru. Ia berharap pelayanan bisa semakin meningkat. “Teman-teman tolong bantu beliau dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Agus yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim juga mengajak untuk tidak memutus silaturahmi."Kalau bapak ibu yang anaknya masih sekolah, sering-seringlah ajak ke perpustakan di Jalan Jenderal Sudirman KM 5,5," ucapnya.
Kepala Disdukcapil Kotim Wiyono, juga memohon dukungan kepada seluruh pegawai di Disdukcapil Kotim."Mohon dukungan dan kolaborasinya semua agar indikator kinerja dan target nasional bisa tercapai maksimal," ungkapnya.(*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama