Radarsampit.jawapos.com - Sahur merupakan salah satu anjuran dalam ibadah puasa yang memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.
Meski demikian, tidak sedikit orang yang melewatkan sahur karena berbagai sebab. Di antaranya karena kesibukan, kesiangan, atau alasan lainnya. Lantas, apakah puasa tanpa sahur tetap sah atau batal?
Dalam ajaran Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini ditegaskan oleh Ustadz Abdul Kadir Jailani, pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Bermi, Lombok Barat.
"Berpuasa tanpa makan sahur tidak berpengaruh pada keabsahan puasanya. Namun, orang yang tidak sahur akan kehilangan keutamaan dan pahala dari sunnah tersebut," jelasnya, dikutip dari NU Online.
Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya sahur dalam sebuah hadis:
"Sahur adalah makanan yang penuh berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air. Karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur." (HR Ahmad)
Sementara dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Dari sini dapat disimpulkan bahwa meskipun sahur bukan kewajiban, melakukannya adalah bagian dari sunnah yang membawa banyak keberkahan.
Manfaat Sahur
Selain bernilai ibadah, sahur juga memiliki banyak manfaat, di antaranya:
Mengikuti Sunnah Rasulullah
Sahur adalah kebiasaan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sehingga melakukannya berarti mengikuti sunnah dan mendapatkan keberkahan.
Mempersiapkan Tubuh untuk Berpuasa
Makanan saat sahur membantu menjaga kadar gula darah stabil dan mencegah tubuh cepat lemas atau pusing.
Mencegah Dehidrasi
Konsumsi cairan yang cukup saat sahur membantu tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.
Menjaga Stamina dan Kesehatan
Makanan bergizi saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, mencegah gangguan pencernaan, serta memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas sepanjang hari.
Bagi yang memilih berpuasa tanpa sahur, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
Meningkatkan Risiko Dehidrasi
Tanpa sahur, tubuh lebih cepat kehilangan cairan, yang bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan kurang fokus.
Kekurangan Energi
Melewatkan sahur membuat tubuh lebih cepat lemas, sehingga dapat mengurangi produktivitas dan daya tahan tubuh.
Penurunan Berat Badan Drastis
Kekurangan asupan kalori bisa menyebabkan tubuh membakar otot sebagai sumber energi, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.
Menurunnya Sistem Imun
Nutrisi yang tidak tercukupi membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
Hipoglikemia
Kadar gula darah bisa turun drastis, berisiko menyebabkan pusing, lemas, hingga pingsan, terutama bagi penderita diabetes atau masalah kesehatan lainnya.
Sehingga puasa tanpa sahur tetap sah secara hukum Islam, namun seseorang akan kehilangan keberkahan dan manfaat yang terkandung dalam sunnah tersebut. Oleh karena itu, sebisa mungkin tetaplah sahur, meskipun hanya dengan makanan sederhana atau seteguk air, agar tubuh tetap sehat dan ibadah puasa dapat dijalani dengan optimal. (ovi/fir)
Editor : Slamet Harmoko