Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pulau Pheasant, Perbatasan Unik Prancis dan Spanyol, Tiap Enam Bulan Berganti Kedaulatan

Sabrianoor • Senin, 4 November 2024 | 19:34 WIB
RUTIN BERGANTI KEDAULATAN: Pulau Pheasant di perbatasan Spanyol-Prancis.
RUTIN BERGANTI KEDAULATAN: Pulau Pheasant di perbatasan Spanyol-Prancis.

Radarsampit.jawapos.com – Terjepit di antara perbatasan Prancis dan Spanyol, terdapat pulau seluas dua hektar tanpa tanda-tanda campur tangan manusia, kecuali sebuah monumen putih bertuliskan di tengahnya.

Mungkin tampak biasa saja, tetapi sepetak tanah kecil ini sebenarnya menyimpan sejarah selama berabad-abad dan salah satu ketidakberesan perbatasan paling unik di dunia.

Pulau Pheasant, yang terletak di tengah Sungai Bidasoa, dikenal sebagai "kondominium", wilayah yang dimiliki oleh dua negara yang berbeda pada saat yang sama.

Setiap enam bulan, perwakilan dari Prancis dan Spanyol bertemu di Pulau Pheasant untuk bertukar dokumen resmi, menyerahkan kedaulatan pulau tersebut dari satu negara ke negara lain.

Pulau Pheasant bukan hanya kondominium yang paling lama bertahan di dunia, tetapi juga satu-satunya yang kedaulatannya berpindah-pindah antara kedua negara sepanjang tahun.

Berbeda dengan kondominium seperti Antartika, di mana negara-negara berbagi kedaulatan atas tanah tersebut secara bersamaan.

Meskipun pulau sungai itu terletak hanya beberapa puluh kaki dari pantai masing-masing negara, pengunjung dilarang masuk.

Teka-teki kedaulatan setengah tahun yang aneh ini merupakan hasil dari sejarah selama lebih dari 400 tahun.

Ketika perang tiga puluh tahun secara resmi berakhir pada tahun 1648, kekerasan dan campur tangan politik antara Prancis dan Spanyol terus berlanjut hingga tahun 1659, ketika Perjanjian Pyrenees ditandatangani.

Karena membutuhkan lokasi yang netral dan simbolis untuk menandatangani perjanjian tersebut, Prancis dan Spanyol memilih Pulau Pheasant, yang terletak tepat di antara wilayah kedua negara.

Para pejabat dari kedua negara kemudian mengubah Perjanjian Pyrenees untuk memastikan pulau tersebut dipertukarkan dari satu negara ke negara lain setiap enam bulan, yang melambangkan perdamaian dan kesetaraan.

Sejak saat itu, pulau kecil itu menjadi titik temu netral utama antara kedua negara, yang sering menjadi tempat pertemuan antara raja-raja Prancis dan istri-istri mereka dari Spanyol (dan sebaliknya). 

Sejak 1659, Pulau Pheasant telah berpindah tangan antara Prancis dan Spanyol lebih dari 700 kali.

Di mana dari Tanggal 1 Februari hingga 31 Juli menjadi milik Spanyol begitu juga dari Tanggal 1 Agustus hingga 31 Januari kedaulatan pulau beralih ke Prancis.

Sampai hari ini Pulau Pheasant tetap menjadi simbol perdamaian dan kenetralan yang kuat, meskipun aneh. (sbn/ign)

Referensi: Euronews, Traveler, Wikipedia, National Geographic

Editor : Gunawan.
#Kedaulatan #prancis #pulau pheasant #spanyol