Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kenali Ciri-Ciri Buaya Yang Bisa Memangsa Manusia

Agus Jaka Purnama • Selasa, 22 Oktober 2024 | 20:45 WIB
Aligator yang biasanya hidup di rawa-rawa, dan suka memangsa mamalia besar.
Aligator yang biasanya hidup di rawa-rawa, dan suka memangsa mamalia besar.

Radarsampit.jawapos.com - Buaya merupakan reptil yang hidup di air, dan salah satu dari 23 jenis spesies hewan amfibi yang umumnya berukuran besar dan termasuk hewan karnivora atau hewan pemakan daging. Ukuran buaya bervariasi.

Buaya terkecil adalah kerdil dengan panjang sekitar 5,6 kaki (1,7 meter) dan berat 6-7 kilogram. Sementara buaya terbesar pernah ditemukan dengan panjang 20,24 kaki (6,17 meter) dan berat 907 kilogram.

Dilansir Live Science, buaya adalah hewan karnivora atau pemakan daging. Di alam liar, buaya memakan seperti ikan, burung, katak, atau krustasea.

Buaya akan memakan mangsanya dengan rahang yang besar, kemudian menghancurkannya. Selanjutnya akan menelan seluruh mangsanya.

Buaya memilik rahang yang kuat dengan banyak gigi berbentuk kerucut dan kaki pendek dengan jari berselaput cakar. Buaya tidak bisa mengunyah atau memecah makanan kecil seperti hewan lainnya.

 Rahang buaya dapat memberikan tekanan 5.000 pon per inci persegi. Sehingga dapat menggigit lengan atau kaki tanpa masalah.

Menurut Hellen Kurniati, pakar buaya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), buaya muara dengan nama latin Crocodylus porosus ini merupakan satu jenis buaya yang ganas dan berbahaya.

Semakin besar ukuran buaya, mangsanya akan semakin besar juga untuk mencukupi kebutuhannya.

Namun, dalam banyak kasus di mana manusia menjadi korban keganasan buaya di Indonesia, penyebabnya sering lantaran manusia yang lalai ketika berada di wilayah habitat buaya. Pada dasarnya buaya adalah hewan agresif dan ganas.

Kadang manusia yang harus berubah perilakunya agar tidak menjadi sasaran keganasan buaya. "Misalnya, tidak masuk ke wilayah habitat buaya agar tidak jadi korban," katanya.

Terkadang manusia tidak peduli dengan larangan yang tertera di daerah pesisir pantai, untuk tidak berenang atau memancing di wilayah habitat buaya muara.

Hal tersebut karena tingkat kesadaran warga masih rendah, dan minimnya pengetahuan tentang keganasan serangan buaya, sehingga hal tersebut dianggap sepele.

Mengutip dari beberapa sumber, selain buaya muara, ada beberapa jenis buaya yang hidup di Indonesa.

Buaya Irian (Crocodylus novaeguneae) yang hidup di wilayah Papua. Buaya Kalimantan (Crocodylus raninus) yang banyak ditemui di pulau-pulau di Kalimantan. Serta buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) yang banyak ditemui di Pulau Sumatera.

Dari keempat jenis tersebut, buaya muara merupakan yang paling ganas dan berbahaya. Sebab, Crocodylus porosus dapat mencapai panjang maksimal hingga 7 meter, sementara tiga jenis lainnya hanya 5 meter.

"Dari sejumlah kasus, buaya muara yang paling banyak menyerang manusia," ujar Hellen. Pada minggu-minggu pertama kehidupannya, buaya memakan serangga, krustasea, siput, ikan kecil, katak, dan berudu. Buaya yang lebih tua umumnya memakan ikan dan lebih suka memangsa unggas air dan mamalia.

Kadang-kadang, anggota dari salah satu spesies yang lebih besar bisa memakan manusia, meskipun insiden seperti itu jarang terjadi sehingga buaya tidak dapat dianggap sebagai pemakan manusia.

Buaya juga adalah pemangsa dan menghabiskan sebagian besar waktu di air. Mereka biasanya hidup di dekat danau, sungai, lahan basah dan bahkan beberapa daerah air asin.

Binatang ini, yang memangsa mamalia besar adalah aligator. Baik buaya maupun aligator, mereka hanya menyerang ketika ada objek yang bergerak di sekitarnya.

Buaya dan aligator memiliki beberapa adaptasi yang memungkinkan mereka mendeteksi mangsa potensial secara efektif. Antara lain :

Kulit Sensitif : Kulit mereka dilengkapi dengan reseptor sensorik khusus yang disebut organ sensorik integumen (ISO) yang terletak di moncong mereka. Reseptor ini dapat mendeteksi getaran kecil dan perubahan tekanan di dalam air, sehingga mereka dapat merasakan gerakan di dekatnya.

Pendengaran Akut : Buaya memiliki kemampuan pendengaran yang sangat baik. Mereka dapat mendengar suara di atas dan di bawah permukaan air, yang membantu mereka mendeteksi mangsa yang mendekat.

Penglihatan : Mata mereka beradaptasi untuk penglihatan siang dan malam. Mereka memiliki membran nictitating (kelopak mata ketiga yang melindungi) yang memungkinkan mereka melihat di bawah air sambil menjaga mata mereka tetap lembap dan terlindungi.

Kamuflase dan Siluman : Buaya dan aligator memiliki kamuflase yang baik di lingkungan perairannya, yang membantu mereka tetap tidak terdeteksi oleh mangsa hingga mereka siap menyerang. Keheningan mereka memungkinkan mereka untuk berbaur dengan lingkungan sekitar.

Isyarat Perilaku : Buaya juga dapat menangkap isyarat perilaku halus dari hewan mangsa, seperti cipratan, gemerisik di tumbuhan, atau pergerakan bayangan.

Adaptasi ini bekerja sama untuk membuat buaya dan aligator menjadi predator penyergap yang sangat efektif di habitatnya.(int/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#pemakan daging #buaya senyulong #spesies #objek #buaya kalimantan #pesisir pantai #aligator #Memakan #karnivora #alam liar #buaya #binatang #unggas #sensorik #kamuflase #ikan kecil #berudu #METER #buaya muara #pulau #sumatera #siluman #indonesia #PAPUA #manusia #burung