Cari Destinasi Wisata Tropis, Lima Hal Ini Bikin Kuala Kapuas Sangat Layak untuk Dikunjungi
Slamet Harmoko• Selasa, 30 Juli 2024 | 15:32 WIB
Kota Kuala Kapuas saat dipotret menggunakan drone. (Fb. Mio Harada)
JAWA POS RADAR SAMPIT - Jika mendengar kata ''Pulau Kalimantan" masyarakat luar yang sudah berkunjung ke kota Kuala Kapuas di Kalteng yang identik dengan tempat eksploitasi alam untuk keuntungan komersil semata.
Identitas sebagai daerah yang nyaman dan masih asri dipenuhi pepohonan mungkin sudah semakin tenggelam.
Hal ini selaras dengan kenyataan maraknya konversi hutan yang sudah menjadi lahan sawit maupun tambang.
Terletak di dua cabang Sungai Kapuas serta dua jembatan besar menjadikan Kuala Kapuas yang berjuluk kota air ini setidaknya punya lima hal yang menjadikannya destinasi wisata tropis.
Dilansir dari berbagai sumber media lokal dan nasional maupun pengamatan langsung ,Radar Sampit menghimpun kelima alasan bahwa kamu layak berkunjung ke Kuala Kapuas :
1. Terletak di dua cabang Sungai Kapuas
Secara geografis Kota Kuala Kapuas tepat berada di cabang kedua sungai besar Kapuas. Pemandangan air sungai akan menjadi hal utama bagi mereka yang berkunjung baik untuk menikmati penyeberangan maupun duduk santai di tepian,terlebih pemerintah daerah telah menyediakan spot-spot menarik di tepian Sungai Kapuas.
Tempat rekreasi tepian Sungai Kapuas sumber. (Google Maps)
2. Salah satu habitat Bekantan
Primata besar berhidung panjang ini juga masih sering ditemukan di hutan pinggiran Kuala Kapuas. Traveler bisa mengunjungi Pulau Kupang yang berjarak kurang lebih belasan kilometer dari Kota Kuala Kapuas.Dilansir dari Antara News ,Pemerintah Kabupaten Kapuas akan menjadikan Pulau Kupang sebagai wilah konservasi Primata yang dilindungi tersebut.
Bekantan di dahan pohon. (Explore Kapuas)
3. Polusi udara minim
Dibanding beberapa kota kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah,Kuala Kapuas lebih manusiawi dikarenakan jalan-jalan di dalam kota yang minim truk dan alat berat. Sehingga polusi debu maupun resiko kecelakaan lebih minimal . Sangat jarang di dalam kota warga menemukan kejadian kecelakaan yang menggenaskan akibat terlindas truk.Hal ini memungkinkan warga untuk lebih senang bersepeda.
Kawasan Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas yang dipenuhi warga berolahraga. (Sabrianoor/Radar Sampit)
4. Masih banyak transportasi tradisional Becak
Di beberapa kota yang ada di Kalimantan Tengah,transportasi Becak sudah banyak ditinggalkan. Faktor jalanan yang berdebu oleh banyaknya truk membuat warga di tempat lain enggan menggunakan becak. Tidak halnya di Kapuas ,kondisinya sangat memungkinkan untuk menikmati kota dengan becak.Masih menjamurnya transportasi becak di Kuala Kapuas,tentunya menjadi keunikan tersendiri bagi warga yang mengunjungi Kuala Kapuas.
Becak dan Warga di Kuala Kapuas. (Fb.Ahmad Zaini)
5. Sudut jalan yang dipenuhi pohon
Terletak di wilayah tropis akan selalu identik dengan wilayah yang panas. Untuk Kuala Kapuas,hal ini diperhatikan betul.
Pohon-pohon banyak dipelihara dan ditata sedemikian rupa ,sehingga panasnya kota akan diimbangi kesegaran oksigen yang didapatkan dari pohon-pohon baik di sudut jalan maupun taman kota.
Sudut Jalan Tambun Bungai, Kota Kuala Kapuas yang dipenihi pepohonan. (Sabrianoor/Radar Sampit)
Untuk Jalan-jalan utama maupun taman kota,pemerintah kabupaten sangat memelihara pohon-pohon yang ada,bahkan di salah satu taman yang ada di pusat kota ,pohon-pohon besar lebih mendominasi.
Ketika malam hari, pohon-pohon akan lebih indah dengan lampu-lampu menarik yang di pasang pada pohon.
Meskipun kurang memiliki beberapa situs sejarah seperti yang ada di Kabupaten Kotawaringin barat namun kelima faktor di atas sangat potensial menjadikan Kota Kuala Kapuas sebagai destinasi kota wisata tropis dan kota paling manusiawi di Kalimantan Tengah.
Terlebih lagi posisinya yang sangat strategis ,terletak diantara dua lintas jalan ibukota provinsi yaitu Palangkaraya dan Banjarmasin,sangat tidak mungkin dengan segala potensi yang ada ,akan menjadikan Kuala Kapuas menjelma sebagai Pusat Pariwisata di Kalimantan Tengah. (rm-107)