Apalagi, sebagian besar konsumen tidak tahu kalau yang dikonsumsi bisa jadi bukan beras murni, melainkan hasil oplosan yang penuh risiko.
Secara fisik, beras oplosan sulit dibedakan dari yang asli. Warnanya bisa putih mengilap, aromanya wangi menggoda. Tapi jangan salah, itu justru bisa jadi tanda-tanda adanya campuran bahan kimia.
Campuran yang Tak Seharusnya Dikonsumsi
Beras oplosan biasanya dicampur dari beberapa jenis beras berbeda kualitas. Bahkan, tak jarang diberi pemutih, pewangi sintetis, hingga zat pengawet untuk meningkatkan tampilan dan aroma.
Dalam sejumlah sumber, dokter spesialis gizi klinik, dr. Inge Permadhi, MS, Sp.GK, konsumsi bahan kimia dalam beras oplosan bisa memicu gangguan serius.
“Kalau terus-menerus dikonsumsi, bisa berdampak ke fungsi hati dan ginjal,” ujarnya,
Bahaya Kesehatan yang Mengintai
Efeknya memang tidak langsung terasa. Tapi dalam jangka panjang, konsumsi beras oplosan bisa menyebabkan:
- Iritasi lambung
- Penurunan sistem kekebalan tubuh
- Gangguan fungsi ginjal dan hati
- Risiko kanker, akibat akumulasi zat kimia berbahaya
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Sistem metabolisme mereka belum atau tidak lagi sekuat orang dewasa.
Ciri-Ciri Beras Oplosan
Meski sulit dibedakan, ada beberapa tanda yang bisa jadi petunjuk:
1. Warna terlalu putih dan mengilap
2. Aroma tajam seperti pewangi buatan
3. Tekstur licin saat diraba
4. Air cucian beras sangat keruh atau berbusa
5. Nasi hasil masakan berbau aneh dan tidak pulen
Kalau menemukan tanda-tanda seperti itu, sebaiknya jangan dikonsumsi, apalagi diberikan ke anak-anak.
Tips Memilih Beras Aman
Agar tak tertipu, berikut tips dari Dinas Ketahanan Pangan:
- Pilih beras dalam kemasan resmi dan berlabel SNI
- Hindari beli beras eceran tanpa identitas produk
- Jangan tergoda harga yang terlalu murah
- Simpan beras di tempat bersih dan kering
- Selalu periksa warna, aroma, dan tekstur sebelum dimasak
Lapor Jika Mencurigakan
Kalau menemukan beras yang mencurigakan, masyarakat bisa melapor ke BPOM RI melalui aplikasi Layanan Konsumen
Jangan Diam, Lindungi Keluarga
Jangan anggap sepele. Bahaya beras oplosan nyata dan bisa berdampak jangka panjang. Jangan sampai hanya karena tergiur harga murah, kesehatan keluarga jadi taruhannya.
Waspada saat belanja, cermat memilih, dan sebarkan informasi ini ke orang-orang terdekat. Karena sepiring nasi yang aman, adalah awal dari tubuh yang sehat. (*)
Editor : Slamet Harmoko