Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemimpin Terpilih Hasil Pilkada 2024 Diimbau Bangun Kebersamaan dan Perkuat Persatuan

Gunawan. • Rabu, 11 Desember 2024 | 18:59 WIB
PLENO: Rapat pleno tingkat provinsi rekapitulasi perolehan suara pilkada gubernur dan wakil gubernur Kalteng tahun 2024, Minggu (8/12). DODI/RADAR SAMPIT
PLENO: Rapat pleno tingkat provinsi rekapitulasi perolehan suara pilkada gubernur dan wakil gubernur Kalteng tahun 2024, Minggu (8/12). DODI/RADAR SAMPIT

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, pemimpin daerah yang terpilih diharapkan mampu menjadi perekat masyarakat yang sempat terpolarisasi akibat kompetisi politik.

Para kepala daerah diminta untuk meninggalkan perbedaan yang terjadi selama masa kampanye dan memprioritaskan rekonsiliasi guna memulihkan harmoni sosial.

Akademisi dari Universitas Malikussaleh, Dr. Yulius Dharma, M.Si, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan kebersamaan untuk mencapai kemajuan daerah.

Ia mengingatkan bahwa langkah pertama yang harus diambil oleh pemimpin baru adalah merangkul semua elemen masyarakat, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda selama Pilkada.

”Setelah kompetisi selesai, saatnya kita kembali bersatu. Pemimpin terpilih harus mampu merangkul seluruh pihak demi membangun Lhokseumawe yang lebih baik,” ujar Yulius.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono. Ia menyatakan bahwa Pilkada merupakan kesempatan untuk memperkuat persatuan bangsa.

Riyono juga menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam setiap kebijakan politik.

”Pilkada bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan. Pemimpin yang memahami nilai-nilai kebangsaan akan memimpin dengan adil dan bijaksana,” jelasnya.

Kapolres Banggai, AKBP Putu Hendra Binangkari, turut menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan persatuan pasca-Pilkada.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh penyebaran hoaks, isu SARA, atau konten provokatif yang dapat memicu konflik.

“Hoaks dan provokasi hanya akan merusak keharmonisan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. Hindari tindakan main hakim sendiri, dan utamakan penyelesaian konflik melalui jalur hukum,” kata Putu.

Pemimpin yang terpilih diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk menyatukan masyarakat, termasuk dengan merangkul lawan politik serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.

Langkah ini bertujuan memastikan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Pilkada 2024 telah memberikan pelajaran penting bagi bangsa mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

Kini, baik masyarakat maupun pemimpin diharapkan dapat bersinergi dalam membangun daerah sekaligus merajut kembali persatuan demi kemajuan bersama.

Dengan terwujudnya persatuan dan stabilitas, kesejahteraan masyarakat pun dapat dicapai. (*)

Editor : Gunawan.
#pilkada 2024 #persatuan