Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ajak Hormati Hasil Pilkada sebagai Wujud Demokrasi yang Matang

Gunawan. • Sabtu, 7 Desember 2024 | 16:47 WIB
ilustrasi logo Pilkada 2024/Jawa Pos
ilustrasi logo Pilkada 2024/Jawa Pos

Radarsampit.jawapos.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson mengajak seluruh masyarakat untuk menerima dan menghormati hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap pilihan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

”Kita harus menghargai proses pilkada yang telah berjalan dengan baik. Pilihan masyarakat Kalbar mencerminkan aspirasi mereka untuk menentukan pemimpin lima tahun ke depan,” ujar Harisson.

Harisson juga menegaskan pentingnya sikap lapang dada dalam menerima hasil pemilihan, apa pun perbedaan yang mungkin ada selama prosesnya.

Ia berharap, setelah pilkada selesai, masyarakat dapat kembali bersatu dan bekerja sama untuk membangun keharmonisan di Kalimantan Barat.

”Siapa pun yang terpilih secara resmi oleh KPU, sudah seharusnya kita hormati. Setelah ini, mari kita bersatu padu dan bersama-sama membangun Kalbar,” tambahnya.

Lebih lanjut Harisson mengimbau, masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada pemimpin baru yang telah dipilih.

Dukungan ini, menurutnya, sangat penting dalam memastikan keberhasilan program pembangunan di daerah.

”Pemimpin yang terpilih adalah hasil dari pilihan rakyat Kalimantan Barat. Mereka membutuhkan dukungan dari kita semua untuk merealisasikan visi pembangunan daerah,” jelas Harisson.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Franziskus Taslim, menyatakan penghargaan terhadap hasil quick count yang telah dirilis oleh sejumlah lembaga survei.

Menurutnya, meskipun bukan hasil resmi, quick count memberikan gambaran awal yang cukup valid terkait arah pilihan masyarakat.

”Metode quick count diakui secara ilmiah dalam dunia politik Indonesia. Walau bukan hasil resmi KPU, ini menjadi panduan awal yang dapat dipercaya oleh berbagai pihak,” ungkap Hermawi.

Fenomena kotak kosong yang memenangkan pemilihan di beberapa daerah juga menjadi sorotan.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Lolly Suhenty, mengingatkan bahwa fenomena tersebut adalah bagian dari dinamika politik yang perlu dihormati.

”Kemenangan kolom kosong adalah ekspresi pilihan politik masyarakat di daerah tersebut. Fenomena ini bukan hal baru, dan sudah pernah terjadi di berbagai pemilihan sebelumnya,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Pilkada Serentak 2024 menjadi bukti kematangan demokrasi di Indonesia.

Sikap saling menghormati yang ditunjukkan oleh berbagai pihak menguatkan harapan terciptanya persatuan dan harmoni di tengah masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk terus mendukung pemimpin terpilih demi mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Pilkada ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh semangat kerja sama dalam membangun daerah dan bangsa. (*)

Editor : Gunawan.
#demokrasi #pilkada